Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Percepat Pemulihan Ekonomi, Gubernur Buat Terobosan

Senin, 21 Februari 2022 | 21:14 WIB Last Updated 2022-02-21T14:14:02Z

Gubernur Mahyeldi saat berada di SMK PP Padang Mangateh.


Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com - Keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan percepatan pemulihan ekonomi dari sektor pertanian dan peternakan terus diwujudkan melalui berbagai terobosan. 


Tidak saja pada tataran aplikasi sebagai program jangka pendek, akan tetapi juga dari sisi paling dasar untuk jangka panjang, yakni menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pertanian dan peternakan.


Gubernur Sumbar, Mahyeldi secara khusus berkunjung ke Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri, Padang Mangateh, Kabupaten Limopuluh Kota, Minggu (20/2/2022).


Di sekolah yang berlokasi tidak jauh dari balai peternakan sapi yang menjadi ikon wisata Ranah Minangkabau itu, selama lebih dari tiga jam gubernur mendengarkan penjelasan Kepala SMK PP terkait kondisi sekolah. 


Dalam kesempatan itu juga, gubernur menampung berbagai masukan dari para guru serta membahas potensi pengembangan sekolah itu kedepannya.


Beberapa persoalan yang dikeluhkan diantaranya adalah sarana prasarana praktek siswa, seperti misalnya kandang ayam yang masih model kandang tahun 1980-an. Dengan kata lain tidak sesuai dengan standar industri, sehingga siswa lulusan SMK PP tidak bisa langsung bekerja di dunia industri.


Kemudian, masih kurangnya kegiatan pelatihan untuk guru produktif, terutama di bidang industri. Sehingga juga berdampak pada minimnya pembaharuan ilmu yang ditransfer kepada para siswa.


Persoalan lainnya adalah, peminat siswa asrama yang melebihi kapasitas akibat daya tampung asrama sedikit.


Selain itu, ada pula tenaga pendidik yang mengusulkan kepada gubernur agar menjadikan SMK PPN Padang Mangateh menjadi SMK PPN Sumbar, khusus peminatan peternakan.


Kepala Sekolah, Syarbaini, juga menambahkan bahwa SMK yang dipimpinnya juga kekurangan guru dan teknisi, akibat banyak yang pensiun dan belum ada penerimaan guru ASN. Kendala lain adalah kekurangan biaya operasional serta belum memiliki kendaraan sekolah untuk mobilisasi siswa ke lokasi industri.


Dengan keterbatasan yang ada, Menurut Syarbaini, ia tetap berupaya melakukan percepatan diantaranya binaan petani peternak, mulai dengan ternak ayam, lalu penghasil pupuk organik dan menumbuhkembangkan peternakan perah sapi dan kambing.


Menanggapi hal tersebut, Buya Gubernur minta kepada kepala sekolah menyiapkan presentasi mendetail tentang berbagai kendala serta rencana pengembangan yang ingin dilakukan di SMK PP, sehingga jelas tahapan-tahapan pengembangan yang akan dilaksanakan.


Gubernur juga mengajak kepala sekolah dan guru untuk menyiapkan database para alumni guna mengoptimalkan peran alumni. Saat ini tercatat ada 236 alumni SMK PP yang tersebar di berbagai daerah dengan berbagai profesi dan jabatan.


Mahyeldi menginginkan agar metode pendidikan siswa SMK PP Padang Mangateh juga lebih berorientasi pada praktek langsung selama dua tahun. Mulai tahun kedua, siswa sudah memiliki ternaknya masing-masing dengan konsep peternakan modern, sehingga bisa memberikan penghasilan dan setamat dari sekolah, siswa memiliki ilmu, pengalaman sekaligus tabungan. (mmc)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update