Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pengurus IDI Dilantik, 169 Dokter Wafat akibat Covid-19

Sabtu, 05 Februari 2022 | 21:59 WIB Last Updated 2022-02-05T14:59:46Z

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat pelantikan pengurus IDI.


Trenggalek, Rakyatterkini.com - Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Trenggalek masa bakti 2019-2022 dilantik. 


Pelantikan pengurus IDI Trenggalek dilakukan oleh Ketua Wilayah IDI Jawa Timur, DR. dr. Sutrisno, dihadiri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Sabtu 5 Januari 2022. 


Pelantikan ini sendiri tergolong terlambat karena dilakukan hampir di penghujung tahun pengabdian karena memang terhalang Pandemi Covid 19. 


Ketua IDI Cabang Trenggalek terlantik, dr. Mokh. Rofiq Hindiono, MMRS  menyampaikan, setelah terpilih, tidak lama kemudian pandemi melanda tanah air sehingga pelantikan pengurus Cabang IDI tertunda.


Ini merupakan periode kedua Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek itu menahkodai IDI Trenggalek. Diharapkan olehnya dokter-dokter muda yang ada bisa aktif di IDI meneruskan tongkat-tongkat estafet kepengurusan selanjutnya.


Ketua IDI wilayah Jawa Timur, Sutrisno usai melantik pengurus IDI Cabang Trenggalek pesankan kekompakan para dokter di Trenggalek dan juga tetap waspada menghadapi Pandemi.


"Sebanyak 169 dokter wafat akibat Covid 19. Untuk itu saya menghimbau untuk senantiasa selalu waspada," pesannya.  


Karena dokter orang yang rawan tertular. Untuk itu tetap waspada. Tidak perlu pakai baju Hazmat lagi, justru akan melelahkan anda, imbuh Ketua Wilayah IDI Jatim itu.


Sutrisno juga menyinggung peningkatan SDM dokter. Yang muda-muda diharapkan untuk melanjutkan mengambil spesialisasi karena akan ditunjang dengan rumah sakit yang memadai. 


"Bila kekurangan tenaga biar nanti Pak Bupati merekrut tenaga dokter lagi," celetuknya.


Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin sepakat dengan pernyataan Ketua IDI wilayah Jatim itu, mengenai peningkatan SDM dokter di RSUD Trenggalek. 


Bupati Arifin menyebut profesi dokter sebagai pahlawan. Karena tugas mulianya menyelamatkan keselamatan dan nyawa orang lain.


"Cukup luar biasa kesabarannya, pelantikan mau ditunda menjelang penghujung pengabdian karena menghormati etika profesi karena pandemi Covid 19," puji Bupati Arifin saat menyaksikan pelantikan pengurus IDI Trenggalek.


Memilih membangun rumah sakit yang memadai di tengah krisis akibat pandemi, mantan pengusaha peralatan rumah tangga ini menyampaiakan alasannya kepada para dokter yang tadi dalam pelantikan pengurus IDI itu.


Bupati Trenggalek ini tidak ingin puncak kejadian gelombang 2 Covid 19 terulang kembali di daerahnya. Banyak jatuh korban karena fasilitas rumah sakit yang kurang memadai. 


Bupati muda itu meminta pelayanan kepada masyarakat bisa terus ditingkatkan. "Jangan karena bupati, pasalnya jabatan bupati itu terbatas, sedangkan bapak ibuk akan lama di Trenggalek bahkan sebagaian besar akan tinggal di Trenggalek. Jadi saya berpesan tingkatkan pelayanan," tandasnya. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update