Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kapolres Wonogiri Tuntaskan Kasus 3 Warga yang Dianiaya Oknum Bank

Kamis, 03 Februari 2022 | 20:46 WIB Last Updated 2022-02-03T14:44:32Z

Kapolres Wonogiri Usut Tuntas Kasus 3 Warga yang Dianiaya Oknum Bank Plecit
Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto saat memberikan keterangan, Kamis (3/2/2022)

Wonogiri, Rakyatterkini.com — Dugaan penganiayaan atas tiga warga Wonogiri saat ini dalam penanganan pihak kepolisian. Penganiayaan itu disinyalir dilakukan oleh oknum bank plecit.


Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto menyatakan pihaknya bakal mengusut tuntas kasus itu. Saat ini tengah mendalami kasus penganiyaan yang melibatkan oknum karyawan bank plecit terhadap tiga warga Wonogiri.


“Kita prihatin dengan kasus ini makanya saat ini anggota masih melakukan pendalaman, kami akan usut tuntas, ” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Didyt Dwi Susanto, kepada wartawan di sela vaksinasi massal di rumah dinas Direktur RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Kamis 3 Pebruari 2022.


Kapolres mengatakan sudah meminta keterangan sejumlah saksi kasus penganiayaan. Jika semua sudah terang maka kasus akan segera dirilis.


Sebagaimana diwartakan, seorang ibu hamil di Wonogiri menjadi korban dugaan penganiayaan. Perutnya dipukuli hingga harus dirawat di rumah sakit. Bukan ibu hamil itu saja yang menjadi korban dugaan penganiayaan. 


Pasalnya sedikitnya ada tiga warga Wonogiri diduga menjadi korban penganiayaan. Menurut mereka aksi itu disinyalir dilakukan oleh oknum bank plecit.


Tidak hanya mengalami luka secara fisik. Mereka juga menderita psikis, trauma, hingga ketakutan.


Pendamping para korban, Tri Haryanto mengatakan hingga saat ini ada tiga korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum bank plecit itu. Mereka adalah Rita, Nanik dan Kartini. Yang paling parah adalah Nanik dan Kartini yang sampai dirawat di dua rumah sakit yang berbeda.


“Tadi saya ditelepon keluarganya Mbah Kartini, istilahnya ketakutan dan bingung mau bagaimana, trauma. Takut kalau diintimidasi,” kata Tri Haryanto kepada sejumlah wartawan di rumah warga di Kecamatan Girimarto Wonogiri, Selasa (2/2/2022).


Bahkan dia juga mendapat laporan ada nasabah yang takut berada di rumah. Sebab nasabah itu dipaksa untuk menandatangani pelunasan hutang sebesar Rp100 juta, padahal hutang nasabah itu hanya Rp4 juta.


Pihaknya pun berharap ada penyelesaian yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap para korban penganiayaan itu. Dia meminta keadilan ditegakkan seadil-adilnya.


“Kita lakukan pendampingan ke sana (kepolisian) biar mereka melakukan laporan dan memberikan kesaksian apa adanya, biar hukum yang mengadili. Kita ingin kasus ini ditangani serius oleh kepolisian. Di mata hukum kita ini setara, di Indonesia tidak ada yang kebal hukum,” beber Tri Haryanto. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update