Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Dugaan Penganiayaan, Tiga Oknum Bank Plecit Terancam 5 Tahun Penjara

Senin, 21 Februari 2022 | 19:23 WIB Last Updated 2022-02-21T12:28:05Z

Oknum Bank Plecit diamankan aparat kepolisian.

Wonogiri, Rakyatterkini.com - Polres Wonogiri terus mengusut kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum bank plecit. Hingga saat ini sudah tiga orang diamankan di Mapolres Wonogiri untuk pemeriksaan lebih lanjut. 


Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto, melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Wonogiri Aiptu Iwan Sumarsono, menegaskan, pihaknya tetap memproses kasus tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.


Sementara untuk penyidikan kasus itu saat ini sudah masuk dalam tahap pengumpulan bukti-bukti dan saksi.


“Pada intinya ini akan terus diproses sampai persidangan. Kami juga mempersilakan publik mengawal kasus tersebut,” ujar Kapolres melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Wonogiri Aiptu Iwan Sumarsono, Senin 21 Februari 2022.


Iwan menambahkan, Kapolres juga mengimbau warga yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum bank plecit juga segera melapor kepada polisi.


Saat ini polisi juga telah melakukan penahanan terhadap tiga orang oknum bank plecit yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban.


Iwan menuturkan, mereka ditangkap setelah para nasabah melapor menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh ketiganya. Ketiga tersangka ditangkap di sebuah rumah di Jatibedug, Desa Purworejo Kecamatan Wonogiri.


Ketiga pelaku dipersangkakan dengan sangkaan penganiayaan dan pengeroyokan pada tiga nasabahnya hingga masuk ke rumah sakit. Atas perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Ketiganya terancam hukuman lima tahun penjara.


Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum bank plecit juga menyita perhatian sejumlah tokoh di Kota Sukses termasuk Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Bupati meminta agar kasus itu diusut tuntas karena dugaan penganiayaan itu dianggap tidak manusiawi dan mengangkangi hukum. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update