Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

DPRD Trenggalek Terima Kunker Komisi II dan IV DPRD Sukoharjo

Selasa, 08 Februari 2022 | 20:28 WIB Last Updated 2022-02-09T13:32:30Z

Sekretaris DPRD Trenggalek, Muhtarom menerima rombongan dari DPRD Sukoharjo.

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Komisi II dan IV DPRD Sukoharjo, Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja (Kunker) di DPRD Trenggalek, dalam rangka shearing dan belajar terkait dengan bidang tugas komisi II dan IV. 


Rombongan DPRD Kabupaten Sukoharjo diterima oleh Sekretaris DPRD Trenggalek Muhtarom di Aula kantor DPRD, Selasa, 8 Februari 2022.


“Kita hari ini menerima kunjungan kerja dari Komisi II dan IV DPRD Kabupaten Sukoharjo. Mereka ingin shearing dan belajar terkait dengan bidang tugas komisi. Yakni, ekonomi dan keuangan untuk Komisi II dan terkait kesejahteraan masyarakat untuk Komisi IV,” ungkap Muhtarom, kepada wartawan usai menerima Kunker DPRD Sukoharjo. 


Pada intinya, kata Muhtarom, DPRD Sukoharjo ingin mengetahui program-program soal pupuk bersubsidi. Juga terkait pengembangan pertanian yang ada di Kabupaten Trenggalek.


“Tadi kita sudah jelaskan bahwa kondisi ketersediaan pupuk bersubsidi di Trenggalek. Ketika memasuki musim tanam, ketersediaannya pupuk biasanya langka. Kalau dari usulan setiap kelompok tani yang dimasukkan dalam rencana kebutuhan pupuk, ketika diajukan ke pusat, maka terkendala dengan anggaran di pusat terbatas. Sehingga, akhirnya usulan tersebut tidak disetujui semua,” imbuhnya.


Tidak hanya terkait ketersediaan pupuk bersubsidi, kedatangan DPRD Sukoharjo di Trenggalek, juga ingin menggali lebih lanjut terkait potensi wisata. Yang mana, di Trenggalek ada program dari Bupati terkait 100 desa wisata.


Ini juga menjadi upaya Bupati Trenggalek, agar potensi wisata itu benar-benar bervariasi. Tidak melulu atau sama antara 1 desa dengan desa yang lainnya. 


“Diharapkan masing-masing desa wisata itu memiliki ciri khas destinasi wisata. Jadi, kalau sudah ada yang membuat river tubing, desa lain diharapkan bisa membuat inovasi lainnya. Sehingga, saat ada wisatawan berkunjung, kita tidak monoton menyuguhkan wisata yang ada disini,” terang Muhtarom.


Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukoharjo, Idris Sardjono, mengaku kedatangannya ke Kota Keripik Tempe, ini dalam rangka silaturahmi. Termasuk, juga ingin belajar terkait tugas fungsi Komisi II dan IV di Kabupaten Trenggalek untuk nantinya dibandingkan dengan Kabupaten Sukoharjo.


“Yang dibahas kali ini untuk Komisi II terkait pertanian, juga masalah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hasilnya, kalau di Trenggalek besar akan potensi wisata. Tapi kalau di Sukoharjo, terkenal dengan pertanian dan industrinya,” ucapnya.


Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II ini menyebut, jika kondisi di Trenggalek dan Sukoharjo memang sangat berbeda. Jika potensi wisata di Trenggalek banyak, di Sukoharjo bahkan tidak ada.


Disinggung terkait kondisi APBD dan PAD di Sukoharjo, Idris mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 hampir mencapai Rp2,3 triliun. 


“Tapi setelah Covid-19, nilai APBD kita menurun menjadi Rp 1,9 triliun. Dan alhamdulilah, untuk PAD di Sukoharjo selalu meningkat. Bahkan di tahun 2021 kemarin, kita sudah mencapai Rp 350 miliar untuk PAD,” jelas Idris.


Dari hasil kunjungan kerjanya ke Trenggalek ini, politisi PDI-Perjuangan ini berharap bisa mengadopsi beberapa hal yang nantinya memang bisa diterapkan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update