Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 13 Januari 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
89.881 13 87.714 2.154
sumber: corona.sumbarprov.go.id

PN Wonogiri Tolak Praperadilan Kasus Korupsi BUMDes Lenggar Bujo Giri

Selasa, 04 Januari 2022 | 20:18 WIB Last Updated 2022-01-04T13:18:34Z

Ilustrasi.

Wonogiri, Rakyatterkini.com - Pengadilan Negeri Wonogiri, menolak gugatan pra peradilan yang diajukan SP, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi di BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri, di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. 


Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri telah menetapkan dua tersangka dugaan kasus korupsi di BUMDes Bersama Lenggar Bujo Giri, salah satu tersangka SP mengajukan pra peradilan atas ditetapkan dirinya sebagai tersangka.


Tim penasihat hukum SP, Rusdi Salam Januardi, menuturkan sidang diputuskan Senin 3 Januari 2022 di Pengadilan Negeri Wonogiri. Hasil putusan tidak sesuai dengan keinginan klien, artinya ditolak oleh hakim.


Awalnya, dalam penetapan tersangka tersebut, pihaknya merasa kurang puas. Sehingga mengajukan upaya hukum pra peradilan ke Pengadilan Negeri Wonogiri.


Dia menjelaskan, dalam penetapan tersangka menggunakan bukti audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menurut pihaknya kurang pas. Harusnya menurut dia audit dari BPK, karena sebagai auditor investigatif pro justicia.


Selain itu dalam penetapan tersangka, menurutnya, barang bukti yang digunakan tidak cukup kuat. Sebab hanya menggunakan hasil audit dari tahun 2018 hingga 2019.


Sehingga, akibat dari rentetan itu, pihaknya menganggap termohon dalam hal ini Kejari Wonogiri, melakukan tindakan sewenang-wenang.


Poin keempat, kata dia, BUMDes Lenggar Bujo Giri, Girimarto Wonogiri merupakan badan usaha yang berorientasi pada keuntungan, terlebih di sana juga ada pihak PT Lereng Lawu Lestari. Sehingga kalau mau dibawa ke proses hukum, ini hanya murni perkara keperdataan antar lembaga yang menyangkut pengerjaan oleh PT yang diserahkan oleh BUMDes.


Itulah yang menjadi dalil-dalil tim penasihat hukum tersangka mengajukan upaya pra peradilan. Akan tetapi hal tersebut ditolak oleh hakim PN Wonogiri.


Pasalnya ada beberapa poin yang diajukan tersebut sudah masuk pada materi pokok perkara. Dengan demikian hakim tidak berwenang untuk melakukan pemeriksaan.


Sementara itu, Rusdi menyebut sebenarnya ada pihak lain yang ikut dan layak untuk juga ditetapkan sebagai tersangka. Atas dasar itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Kejari Wonogiri untuk mengungkap kasus korupsi tersebut hingga ke akarnya. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update