Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 3 Juni 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.828 45 101.434 2.349
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemprov Gorontalo Studi Tiru Penyerapan PEN di Trenggalek

Jumat, 21 Januari 2022 | 20:36 WIB Last Updated 2022-01-21T13:36:56Z

Pemprov Gorontalo Studi Tiru Penyerapan PEN di Trenggalek
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin foto bersama Asisten Pembangunan Sekda Provinsi Gorontalo yang melakukan studi tiru di Trenggalek, Jumat (21/1).

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Asisten Pembangunan Sekda Gorontalo, Sutan Rusdi bersama tim melakukan studi tiru terkait penyerapan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Trenggalek, Jumat 21 Januari 2022.


Sutan Rusdi beralasan, karena Pemprov Gorontalo juga mendapatkan alokasi pinjaman PEN. Sedangkan Trenggalek telah mengeksekusi anggaran ini dengan penyerapan yang sangat cepat.


"Kita juga mendapatkan alokasi pinjaman PEN, dalam rangka pemulihan ekonomi daerah. Sama jumlahnya dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek," ucap Rusdi. 


Yang ingin kita lihat dari Trenggalek, kata Rusdi "Dari sisi kecepatan waktu eksekusi PEN itu sendiri. Karena pinjaman ini punya batas waktu hingga Desember dan Trenggalek bisa 6 bulan Kontrak dan pembangunan lebih cepat dilakukan. Ini salah satu sebab kita melakukan studi banding ke sini," lanjut Asisten Pembangunan Sekdaprov Gorontalo itu.


Alokasi PEN di Gorontalo sendiri hampir sama dengan Trenggalek. Rp150 miliar akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit. Namun yang membedakan, bila di Trenggalek alokasi Rp150 miliar ini digunakan untuk pembangunan fisik ruang isolasi Covid 19 dan Instalasi Gawat Darurat. 


Sedangkan di Gorontalo, alokasi fisiknya sebesar Rp105 miliar. Sisanya digunakan untuk pengadaan alat-alat kesehatan.


Satu lagi alasan Pemprov Gorontalo melakukan study tiru ke Trenggalek, alasannya karena Trenggalek menggunakan metode rancang bangun dimana perencana dan kontraktor yang mengerjakan jadi satu.


Metode ini dinilai efektif dan mempercepat eksekusi pembangunan rumah sakit itu sendiri, terbukti Trenggalek mampu melakukan kontrak 6 bulan untuk pembangunan fisik dengan nilai Rp150 miliar. Apalagi progres pelaksanaan pembangunannya juga dilakukan sangat cepat. 


Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat menerima kunjungan study tiru ini merasa senang, ternyata apa yang dilakukannya bersama jajaran di Trenggalek mendapatkan atensi dari daerah lain. 


"Kita berterima kasih apa yang kita lakukan di Trenggalek ini ternyata menjadi rujukan Pemerintah Provinsi Gorontalo," ungkapnya saat menerima kunjungan delegasi Pemprov Gorontalo.


Dijadwalkan pekan depan juga akan hadir dari Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Mereka juga akan melakukan studi banding yang sama, terkait masalah PEN. (sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update