Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 3 Juni 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.828 45 101.434 2.349
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kompensasi Gas Karbon, Bupati Trenggalek Tanam Pohon di Wisata Banyu Lumut

Jumat, 28 Januari 2022 | 17:13 WIB Last Updated 2022-01-28T10:13:33Z

Bupati Mochamad Nur Arifin bersama tiga pilar tanam pohon di wisata Banyu Lumut, Jumat (28/1)


Trenggalek, Rakyatterkini.com - Menindaklanjuti surat edaran Bupati Trenggalek yang mewajibkan warganya menanam pohon sebagai bentuk kompensasi atas gas buang (gas karbon), TNI, Polri dan pemerintah melakukan penanaman sejuta pohon.


Kegiatan ini dihadiri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputra, Dandim 0806/Trenggalek Letkol Kav Peddy Dwi Prasetyo dan unsur masyarakat bertempat di destinasi wisata Banyu Lumut, Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jumat 28 Januari 2022.


Tanpa disadari aktivitas yang dilakukan setiap hari, ternyata menghasilkan gas karbon yang bila tidak dikendalikan akan berpengaruh pada keberlangsungan alam.


Karena acaman kerusakan alam inilah menjadikan Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin mengeluarkan surat edaran mengenai kompensasi itu. Tujuannya tentu untuk menyelamatkan alam untuk generasi penerus dengan mendorong Kabupaten Trenggalek menjadi Kota Hijau.


"Kita memang menargetkan Trenggalek menuju kota hijau. Mengukur indikator kinerja Kabupaten Trenggalek, yang salah satunya adalah kota hijau itu," ungkap bupati muda yang erat disapa Gus Ipin itu. 


Setiap individu di Trenggalek wajib menanam pohon, minimal 1 pohon setahun disesuaikan dengan besarnya aktivitas. Semakin tinggi jabatan maka semakin tinggi aktivitasnya, sehingga semakin tinggi polusi yang diakibatkan maka semakin banyak pohon yang ditanam.


"Seperti kami, untuk Bupati minimal 50 batang pohon setahun. Ini dilakukan sampai tingkatan paling bawah dan masyarakat minimal 1 pohon satu tahun," tandasnya. 


Jenis pohon disesuaikan dengan kontur wilayah. "Kalau pesisir harus bisa berfungsi sebagai green belt. Di perbukitan pohon yang bisa menahan air dan longsoran. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update