Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

KDRT Masih Menyelimuti, Kapolres Minta Ibu-ibu Jangan Takut Melapor

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:57 WIB Last Updated 2022-01-25T12:57:21Z

Sosialisasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)  di hall Mapolres Wonogiri, Selasa (25/1/2022)


Wonogiri, Rakyatterkini.com - Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto meminta anggota Bhayangkari menjaga anak-anak yang menginjak dewasa tidak terjerat kekerasan seksual. 


Anggota bhayangkari juga diminta melapor apabila mengalami Kekerasan Dalam Rumahn Tangga (KDRT).


“Ibu-ibu jangan takut untuk melapor apabila mengalami KDRT. Kita akan proses pelanggaran anggota sekecil apapun walaupun sampai ranah hukum, kita akan lanjut terus, ”ujar Kapolres di acara Sosialisasi Hukum tentang Pemberian Bantuan Hukum oleh Polri dan Penghapusan KDRT kepada anggota bhayangkari Polres Wonogiri di Hall Mapolres Wonogiri, Selasa 25 Januari 2022.


AKBP Dydit juga menjelaskan istri sah anggota polri ada akte nikah dan Kartu Penunjukan Istri (KPI).


“Kita tidak mau Bhayangkari dilecehkan. Di Polres ada ruang konseling, silahkan konsultasi apabila mengalami kekerasan," jelasnya. 


Perwira melati dua ini, menyatakan semenjak dirinya masuk Wonogiri terdapat 20 persen anggota yang bermasalah dan sebagian masuk ranah KDRT.


“Kami berpesan agar ibu- ibu bisa menjaga anak-anaknya yang beranjak dewasa, karena di tahun 2021 terdapat 24 perkara terkait persetubuhan anak. Artinya dalam sebulan terjadi 1-2 kasus. Salah satu faktor berkenalan melalui HP atau medsos seperti WA, Facebook dan lain-lain, ”katanya.


Dia mengajak ibu-ibu Bhayangkari agar anaknya tidak menjadi korban pelecehan seksual.


Menurut Kapolres, materi sosialisasi agar dicermati dan dipahami tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga berdasar UU 23 tahun 2004 berkaitan dengan penghapusan siapa masuk dalam ruang lingkup dalam rumah tangga.


“Rumah tangga adalah suami, istri anak dan semua orang yang masuk dalam rumah tangga yang ikut. Kekerasan meliputi kekerasan fisik dan kekerasan verbal atau lisan termasuk penelantaran keluarga," 


Sedangkan Ketua Bhayangkari Cabang Wonogiri, Nadia Dydit Dwi Susanto, menyatakan sebagai istri anggota Polri mengikuti sosialisasi mendapatkan ilmu terkait bantuan hukum dan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. 


“Kami dapat mengetahui pengetahuan tata cara tentang pernikahan, perceraian dan permasalahan dalam rumah tangga. Dengan sosialisasi ini kita tahu tentang mendapatkan keadilan hukum sebagai bhayangkari,” jelasnya.


Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Wonogiri, Ipda Ririn Indrawati, menjelaskan KDRT menurut UU RI nomer 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga.


Termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Sedangkan rumah tangga adalah semua orang yang mempunyai hubungan keluarga atau orang yang menjadi tanggungan keluarga tersebut dan tinggal menetap. (sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update