Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kapolda Jateng Instruksikan Penyidikan Bandar Judi Boyolali Tuntas

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:38 WIB Last Updated 2022-01-26T07:42:24Z

Kapolda Jateng Instruksikan Penyidikan Kasus R dan Bandar Judi Boyolali Segera Tuntas
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy 


Semarang, Rakyatterkini.com - Dugaan kasus pemerkosaan yang dilaporkan R, warga Boyolali terus bergulir setelah GWS sebagai terduga pemerkosa. Melalui kuasa hukumnya, Tukinu, GWS mengaku melakukan perbuatan asusila dengan R karena mau sama mau.


Bahkan, dia menyatakan sama sekali tak melakukan pengancaman dan mengaku sebagai anggota polisi. Lebih lanjut, GWS telah mengenal R dan suaminya serta beberapa kali mengunjungi rumah R yang hanya berjarak 4 km dari kediamannya.


Terkait dugaan pemerkosaan yang dilaporkan R itu, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy mengatakan, Polda Jateng telah memanggil GWS untuk dimintai keterangannya.


"Rencana GWS akan diperiksa penyidik beberapa hari ke depan," terang Kabidhumas saat wawancara, Rabu (26/1/2022).


Dirinya berharap agar pihak GWS yang sudah dilakukan pemanggilan, kooperatif dan hadir di penyidik Ditreskrimum untuk memberikan keterangan.


"Kita dan masyarakat tentunya akan menunggu kasus ini terbuka dan jelas endingnya. Yang salah akan ditampakkan salah dan yang benar pasti juga akan mendapatkan kebenarannya," tegas Kabid Humas.


Sedangkan penanganan perkara suami R yang menjadi tersangka karena menjadi bandar perjudian, Kabid Humas menyatakan kasus yang disidik Polres Boyolali itu sudah masuk tahap satu.


"Kapolda Jateng sangat atensi terhadap perkembangan kasus ini. Beliau sudah memerintahkan Ditreskrimum segera menuntaskan kasus laporan dugaan rudapaksa ini. Beliau juga memerintahkan penanganan perkara perjudian di Boyolali ditangani secara cepat namun prosedural," kata M. Iqbal.


Kasus laporan R (28) yang mengaku diperkosa GWS (25), sempat menumbuhkan pertanyaan baru bagi penyidik Polda Jateng. Hasil visum dan rekaman CCTV menunjukkan bukti yang berbeda dengan beberapa keterangan R.


Belakangan, wanita asal Simo Boyolali itu mengubah pengakuannya di depan penyidik bahwa tak ada unsur pemaksaan saat dia dan GWS melakukan hubungan badan di sebuah hotel kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang.


Kombes M. Iqbal menegaskan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng berupaya taat prosedur dan profesional serta telah mengumpulkan berbagai bukti terkait kasus R. 


"Ada unsur-unsur dalam pasal 285 KUHP terkait pemerkosaan yang harus diperhatikan. Sebagaimana diketahui, belakangan pelapor menyatakan dia tidak dipaksa saat itu. Kalau penasehat hukum Mbak R ingin menambahkan bukti baru terkait kliennya, silahkan diajukan ke penyidik," ungkap Kabidhumas. (Sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update