Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 13 Januari 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
89.881 13 87.714 2.154
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Hari Sejuta Pohon Sedunia, Bupati Nur Arifin Tanam Pohon di Kali Temon

Senin, 10 Januari 2022 | 14:51 WIB Last Updated 2022-01-10T07:51:55Z

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menanam pohon di lokasi wisata Kali Temon Desa Ngares, Senin 10 Januari 2022.

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Bupati Trenggalek bersama masyarakat sekitar menanam pohon, di lokasi wisata Kali Temon, Desa Ngares, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Senin 10 Januari 2022.


Penanaman pohon itu dalam rangka memperingati Hari Penanaman Sejuta Pohon Sedunia. Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menanam pohon di area hutan kawasan wisata di Kali Temon Desa Ngares, yang merupakan tempat wisata baru wahana air yang memiliki fasilitas river tubing. 


Mas Ipin mengatakan, tanam pohon penting sebagai kompensasi atas emisi gas karbon hasil aktivitas masyarakat, terutama di Kabupaten Trenggalek.


Sekaligus, pohon juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya bencana saat musim penghujan. Terutama banjir dan tanah longsor.


"Hari ini kita memperingati hari sejuta pohon sedunia, sekaligus kita menyosialisasikan surat edaran bupati terkait dengan kewajiban donasi bambu bagi seluruh masyarakat Trenggalek," kata bupati. 


Dalam surat edaran itu, bupati menyebut adanya aturan soal jenis tanaman dan lokasi sasaran penanaman pohon.


Untuk para pejabat, juga diatur soal jumlah minimal pohon yang ditanam dalam setahun. 


"Seperti bupati wajib satu tahun tanam 50 pohon. Terus Pak wakil bupati 40 pohon, kemudian Bu Sekda, OPD, sampai masyarakat umum," ujarnya.


Khusus bagi masyarakat umum, tanam pohon menjadi imbauan dengan paling tidak warga menanam satu pohon setiap tahunnya.


Mas Ipin menjelaskan, surat edaran itu dibuat untuk mengatasi masalah perubahan iklim.


"Tentu ini juga bisa menjadi cara kita untuk menghindari diri dari resiko bencana yang lebih besar, "ujarnya.


Mas Ipin menjelaskan, wilayah Kabupaten Trenggalek yang didominasi pegunungan dan perbukitan membutuhkan perhatian khusus untuk memitigasi bencana.


"Contoh nanti kalau di daerah lereng, kalau nggak ada vegetasinya tentu sedimennya gampang jatuh. Gampang longsor. Maka perlu diberi tanaman apakah itu bambu, ataukah itu tanaman yang lainnya," kata bupati muda ini. 


Sambung Mas Ipin, "Sama juga daerah pesisir, dimana bibir pantainya semakin lama semakin menjorok-menjorok ke sisi darat. Tentu nanti bisa mengganggu aktivitas masyarakat setempat atau budidaya masyarakat di sekitar sana maka perlu diberi Green Belt," ucapnya. 


Selain itu, ia meyakini wilayah yang hijau dan asri akibat banyaknya pohon juga mampu menjadi sarana pemicu meningkatnya ekonomi masyarakat sekitar.


"Kalau wilayahnya asri, bersih, tentu bisa kita angkat untuk wisata. Kemudian hasil pokoknya, hasil buahnya, kemudian bisa digunakan untuk kerajinan dan sebagainya. Seperti bambu, itu mungkin contoh-contoh nanti yang bisa kita laverage, "ujarnya. (sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update