Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Bupati Sebut Tidak Ditemukan Varian Omicron di Daerahnya

Senin, 17 Januari 2022 | 16:49 WIB Last Updated 2022-01-17T09:49:54Z

 Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin berikan keterangan.


Trenggalek, Rakyatterkini.com - Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin menegaskan hingga Senin 17 Januari 2022, tidak ditemukan varian Omicron di daerahnya. 


Atas hasil investigasi ini warga Trenggalek diminta tidak panik menanggapi pemberitaan yang beredar.


Pemimpin muda itu menyikapi serius pemberitaan salah satu media dengan judul, "Pulang Dari Trenggalek, Warga Malang Terpapar Omicron", dengan melakukan investigasi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar tidak menjadikan kepanikan oleh warganya.


Didapati dari hasil investigasi itu, dari 6 kontak erat yang ada, kesemuanya dinyatakan negatif Covid 19 baik melalaui hasil Swab  Antigen maupun Swab PCR.


Kepala daerah yang getol memperjuangkan inklusifitas ini menegaskan, jadi telah beredar berita ada pasien nyonya "L" yang di Swab pada 11 Januari, kemudian dinyatakan positif Varian Omicron. Kalau dirujuk sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan bahwa kontak erat adalah mereka yang berhubungan dengan rentang waktu setidaknya 3 hari kebelakang sejak ditemukannya kasus," terang bupati.


Sedangkan nyonya "L", memang betul berkunjung ke Trenggalek, namun telah meninggalkan Trenggalek sejak 31 Desember 2021. Jadi kalaupun diklasifikasikan yang di Trenggalek ini sebagai kontak erat, sesuai pedoman Kemenkes itu bukan kontak erat. Memang benar pernah di Trenggalek namun telah meninggalkan Trenggalek sejak 31 Desember," imbuhnya.


Kemudian Provinsi juga telah merilis beliau tertular dari tuan "D", yang diketahui positif 5 Januari. Tetapi, demi kehati-hatian Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah melakukan screaning dan juga traching Swab baik Antigen dan juga PCR. Ke-6 orang yang diduga pernah ada 1 area dengan Nyonya "L", dan semua dinyatakan negatif.


Langkah yang diambil, menetapkan PPKM Mikro di sekitar lokasi. Jadi yang perlu dijelaskan adalah sesuai pedoman Trenggalek bukanlah daerah asal, karena bukan masuk dalam devinisi kontak erat yang ada di Trenggalek. Tetapi dengan kehati-hatian, karena kita tidak tahu masa inkubasinya seberapa lama, meskipun hari ini sudah lebih 14 hari kita terapkan PPKM Mikro di sekitar lokasi," jelasnya.


Seharunya sudah lepas dari masa inkubasi, namun kita tetap harus melakukan tracing dan alhamdulillah semua yang di Trenggalek dan disinyalir kontak erat itu dinyatakan negatif.


"Yang perlu kita garis bawahi saat ini tidak diketemukan varian Omicron di Kabupaten Trenggalek dan saya minta tidak menjadi kepanikan namun menjadi kewaspadaan bagi seluruh warga masyarakat," pesannya. (sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update