Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 13 Januari 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
89.881 13 87.714 2.154
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Budidaya Madu Galo-galo Dikembangkan, Ini yang Dilakukan Pemprov

Kamis, 13 Januari 2022 | 19:30 WIB Last Updated 2022-01-13T14:57:00Z

Wakil Gubernur, Audy Joinaldy saat di Dharmasraya.


Dharmasraya, Rakyatterkini.com - Pemerintah Provinsi Sumbar lanjutkan langkah strategis pemberian bantuan bagi budidaya lebah madu galo-galo atau kelulut di tahun ini. Tahun lalu, bantuan serupa telah diberikan.


Sebagai langkah awal, Rabu (12/1/2022), bantuan berupa 200 stup koloni lebah diserahkan Wakil Gubernur Audy Joinaldy kepada Kelompok Perhutanan Sosial Hutan Nagari Lubuak Karak di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dharmasraya. 


Audy menyampaikan, pemprov telah menyiapkan kembali bantuan peralatan ekonomi produktif untuk pengembangan budidaya lebah madu Galo-Galo. 


Nantinya bantuan ini akan disebarkan ke kelompok-kelompok tani hutan dan kelompok perhutanan sosial pada semua kabupaten/kota di Sumatera Barat. 


Ia menjelaskan, tujuan utama bantuan ini adalah peningkatan penghasilan petani, sekaligus mengurangi ilegal loging.  


"Kita ingin meningkatkan pendapatan petani, jadi bantuan sudah disiapkan dan akan disebarkan kembali, harapan kita dengan ini ilegal loging juga dapat berkurang," tuturnya. 


Audy mengapresiasi produk-produk yang dihasilkan dari bantuan alat ekonomi produktif sebelumnya. Ia menilai proses produksi dan pengemasan yang dilakukan kelompok tani dan perhutanan sudah cukup baik.  


"Proses produksi dan pengemasan sudah bagus, tak apa biaya produksi naik sedikit tapi menghasilkan lebih banyak," Puji Audy. 


Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozawardi menjelaskan, pemberian bantuan yang berkelanjutan ini merupakan bagian dari visi ketiga Sumbar Madani dalam meningkatkan nilai tambah dan produksi pertanian, termasuk perhutanan. 


Menurutnya secara nilai ekonomi, produksi madu Galo-Galo hasil bantuan sebelumnya sudah dipasarkan dan mencapai harga satu juta rupiah per liternya. 


"Bantuan yang sebelumnya harga produk madu Galo-Galo ini di pasaran sudah mencapai satu juta rupiah per liter. Dengan begini kan penghasilan petani meningkat, ilegal pun loging berkurang," kata Yozawardi. 


Ketua-ketua kelompok perhutanan sosial yang hadir mewakili masyarakat menyampaikan terimakasih atas bantuan lebah madu yang diserahkan pemprov. (diskominfotik)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update