Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis 29 September 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Usaha Pemkab Sergai Berbuah Hasil, Angka Stunting Menurun

Selasa, 21 Desember 2021 | 13:17 WIB Last Updated 2021-12-21T06:17:05Z

Rapat percepatan penanggulangan stunting.

Sergai, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menggelar rapat percepatan penanggulangan stunting, di Ruang Kerja Asisten Pemum Kesra, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (20/12/2021).


Bupati Sergai H. Darma Wijaya, lewat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nina Deliana Hutabarat, melaporkan secara rinci hasil analisis data pengukuran stunting di Kabupaten Sergai.


Dikatakan, pada 2021 terjadi penurunan yang cukup signifikan di mana prevalensi data balita stunting menjadi 1.3% dengan jumlah sasaran sebanyak 50.948 di mana ditemukan angka stunting pada sebanyak 678 balita. 


Ia menyebut Kecamatan Silinda jadi penyumbang prevalensi stunting tertinggi yaitu 4,3%  dan Kecamatan Sipispis menunjukkan angka yang lebih rendah jumlah stuntingmya bila dibandingkan dengan kecamatan yang lain yaitu 0,2%.


Ia mengambil contoh di Kecamatan Bandar Khalipah yang mana guna menurunkan angka stunting dilaksanakan perbaikan gizi di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 


Perbaikan gizi ini, tambahnya, antara lain dengan kegiatan sosialisasi ASI-Eksklusif, pendidikan gizi untuk ibu hamil, pemberian tablet tambah darah (ttd) untuk ibu hamil, pemberian ttd untuk remaja putri melalui sekolah-sekolah yang ada di wilayah Puskesmas Bandar Khalipah, inisiasi menyusui dini (IMD), Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA), pemberian pemberian makanan tambahan lokal balita dan Ibu hamil untuk, konseling calon pengantin di KUA dan lain lain.


Dia menegaskan, stunting penting dicegah karena dapat mengancam pertumbuhan anak yang tidak dapat optimal karena dampak stunting dapat menghambat prestasi anak dan kesejahteraan masyarakat di masa depan. 


Kurangnya ketersediaan akses air minum yang aman dan sanitasi yang layak merupakan kunci untuk mencegah paparan yang menjadi penyebab terjadi diare, kecacingan dan lain-lain. (hrp)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update