Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 13 Januari 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
89.881 13 87.714 2.154
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Monumen Nasional Bela Negara Dikembangkan Jadi Kawasan Ekonomi

Minggu, 19 Desember 2021 | 14:30 WIB Last Updated 2021-12-19T07:30:05Z

Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha, bersama Gubernur Mahyeldi, saat peringati HBN ke-73 di Koto Tinggi, Gunuang Omeh, Limapuluh Kota.

Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyebutkan Monumen Nasional Bela Negara di Koto Tinggi, akan dikembangkan untuk kawasan ekonomi, wisata dan pendidikan.


"Saat ini museum dan auditorium sudah terbangun. Ke depan akan kita kembangkan lagi untuk kawasan ekonomi, wisata dan pendidikan sehingga masyarakat sekitar bisa pula mendapatkan manfaat," katanya usai menghadiri Upacara Peringatan HBN ke-73 di Koto Tinggi Kec. Gunuang Omeh Kab. Limapuluh Kota, Minggu 19 Desember 2021.


Pengembangan kawasan ekonomi sangat tepat dilakukan kerena Koto Tinggi merupakan pusat segi tiga emas dari tiga kabupaten diantaranya Limapuluh Kota, Agam dan Pasaman.


Jarak antara Koto Tinggi ke Palupuh, Agam hanya 50 kilometer, sementara ke Pasaman hanya 25 kilometer. Sudah ada akses jalan yang saat ini dalam pengerasan. Ke depan akses jalan itu bisa dibangun agak lebar sehingga mempersingkat jarak tempuh antar tiga daerah.


"Akses dari Padang ke monumen nasional ini juga akan semakin singkat via Palupuh Agam, "kata Mahyeldi.


Koto Tinggi juga menyimpan banyak potensi pariwisata. Desa Saribu Gonjong (Sarugo) baru saja mendapatkan peringkat 4 nasional Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata.


Situs sejarah PDRI juga tersimpan pada beberapa titik di Koto Tinggi yang nantinya bisa dikembangkan sebagai wisata sejarah.


"Kita juga akan mengembangkan sektor pendidikan sehingga daerah ini akan ramai dan perekonomian masyarakat terangkat, "terang Gubernur Mahyeldi.


Sementara terkait Hari Bela Negara (HBN) ia mengatakan harus dimaknai untuk memberikan segala yang terbaik untuk bangsa dan negara.


Sementara itu Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Dadang Hendrayudha mengatakan Bela Negara adalah hak sekaligus kewajiban seluruh anak bangsa. 


Peringatan HBN didasarkan pada peristiwa PDRI di Sumbar saat perjuangan mempertahankan eksistensi Indonesia di tengah gempuran agresi militer II Belanda.


Dalam upacara peringatan HBN tersebut Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha membacakan amanat dari Presiden Joko Widodo. Sementara ikrar Bela Negara dibacakan Gubernur Mahyeldi. (adpim)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update