Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kerugian Kasus Asuransi Jiwasraya di Wonogiri Capai Rp184 Juta

Kamis, 30 Desember 2021 | 20:45 WIB Last Updated 2021-12-30T13:47:41Z

Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto, didampingi Kasat Reskrim, AKP Supardi berikan keterangan pers.


Wonogiri, Rakyatterkini.com - Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto, didampingi Kasat Reskrim, AKP Supardi menggelar jumpa pers terkait kasus penggelapan uang premi asuransi Jiwasraya bertempat di Mapolres setempat, Kamis 30 Desember 2021.


Tidak tanggung-tanggung kerugian bagi para korbannya total mencapai Rp184 juta. 


Kapolres mengatakan, setidaknya ada 31 korban aksi pasangan suami-istri (pasutri) tersebut. Keseluruhan korban merupakan perangkat desa di Kecamatan Girimarto.


Para korban merupakan perangkat desa di Desa Doho, Desa Jendi dan Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, terang AKBP Dydit. 


Kasat Reskrim, AKP Supardi menambahkan, modus yang dilakukan tersangka menerima premi dari 31 nasabah, namun premi itu tidak disetorkan ke Asuransi Jiwasraya. Atas tindakan nakal itu, kerugian yang dialami oleh seluruh korban mencapai Rp184.600.000.


“Rata-rata kerugian para korban masing-masing nasabah antara Rp6-7 juta. Pasal yang dikenakan adalah Pasal 372 KUHPidana, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun, ”ungkapnya.


Pengungkapan kasus itu bermula dari laporan salah satu perangkat desa di Kecamatan Girimarto Wonogiri. Pelapor juga merupakan korban kasus penggelapan uang premi asuransi Jiwasraya.


“Korban berjumlah 31 orang perangkat desa,” jelas Kapolres.


Para korban adalah perangkat desa di tiga desa wilayah Kecamatan Girimarto Wonogiri. Meliputi Desa Doho, Desa Jendi, dan Desa Tambakmerang.


“Waktu kejadian dan TKP (tempat kejadian perkara) sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 di wilayah Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri meliputi Desa Doho, Desa Jendi dan Desa Tambakmerang,” beber dia.


Pasangan suami-istri ini menjadi tersangka atas kasus penggelapan uang premi asuransi Jiwasraya itu. Yakni si istri berinisial AS (45) dan suaminya AF (46). Kedunya warga Desa Singodutan Kecamatan Selogiri Wonogiri.


AS merupakan tamatan S2 dan menjadi agency manager Jiwasraya di Wonogiri. Sementara suaminya lulusan S1 menjabat agen Jiwasraya.


Barang bukti yang diamankan polisi berupa surat-surat yang disita dari tangan keduanya. Meliputi SK pengangkatan sebagai agency manager maupun agen Jiwasraya, bukti penerimaan uang, fotokopi polis asuransi Jiwasraya, maupun prosedur pembayaran premi.


Disinggung soal modus operandi, Kapolres menjelaskan, kedua pelaku sebagai pegawai Jiwasraya Wonogiri menerima pembayaran uang premi Asuransi dari para nasabah. 


Namun uang premi asuransi tidak seluruhnya disetorkan ke kantor PT Jiwasraya. Malah digunakan oleh pelaku untuk membayar angsuran pinjaman di bank. Di hadapan petugas AS mengakui perbuatannya tersebut. (sar) 



IKLAN



×
Berita Terbaru Update