Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Banjir Kembali Rendam Rumah Warga di Sei Rampah

Selasa, 21 Desember 2021 | 19:51 WIB Last Updated 2021-12-21T12:52:48Z

Banjir kembali melanda Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara.


Sergai, Rakyattetkini.com - Sempat surut beberapa hari, kini banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.


Curah hujan yang tinggi, serta meluapnya Sungai Bedagai membuat sejumlah rumah yang diprediksi hingga ribuan kembali terendam banjir.


Amatan wartawan saat menyambangi Kampung Pala, Dusun VII, Desa Sei Rampah, Sergai, tampak sejumlah rumah kembali digenangi air. 


Bahkan jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Sei Rampah dan Kecamatan Tanjung Beringin yang berada di Dusun VII, Kampung Pala, kian rusak dan berlubang-lubang.


Diketahui jalan ini sudah rusak sejak lebih kurang satu tahun yang lalu. Rusaknya jalan provinsi ini disebabkan karena genangan air yang disebabkan karena banjir. 


Banyak pengendara yang melintas terkhusus pengendara sepeda motor, extra hati-hati. Sudah banyak pengendara yang terjatuh karena terperosok di jalan yang rusak tersebut.


"Air naik ini sudah ada seminggu. Naiknya air ini karena disebabkan oleh meluapnya Sungai Bedagai dan curah hujan yang tinggi, " ujarsalah seorang warga, Turiah (63), Selasa 21 Desember 2021.


Kondisi air di rumahnya setinggi betis orang dewasa. Namun, pada hari ini sudah mulai surut. "Sudah agak surut, kemarin bahkan sepinggang orang dewasa," ujar Turiah.


"Sekarang ini di rumah aja, enggak mengungsi. Adalah dapat bantuan dari pemerintah. Ini saya mau ngambil uang bantuan, kalau pun dapat ya Alhamdulillah kalau tidak dapat yang tidak apa-apa," sambungnya.


Sementara itu, Turiah hanya tinggal sendiri di rumahnya. Jadi jika kembali banjir seperti ini, segala sesuatunya ia kerjakan dengan sendirinya.


"Kemarin tinggal sama anak, cuma karena kerja jadi jarang pulang, kadang sebulan sekali baru pulang, namanya kerja tukang, "tutup Turiah. (hrp)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update