Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ricuh, Pedagang Pasar Lelo dan Satpol PP Saling Adu Kekuatan

Minggu, 07 November 2021 | 15:20 WIB Last Updated 2021-11-07T08:20:49Z

Satpol PP saling dorong dengan pedagang pasar Lelo.

Sergai, Rakyatterkini.com  -  Akses pintu masuk pasar Lelo, depan Kantor DPC PKB Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dihalangi. Akibatnya pedagang marah dan situasi bergejolak, Minggu 7 November 2021 siang.


Awalnya, dua mobil pickup milik pedagang yang penuh membawa barang dagangannya hendak masuk ke pasar untuk berjualan. Namun, dihadang ratusan Satpol PP, membuat para pedagang merasa keberatan.


"Jangan halangi kami berjualan di sini, kami mau cari makan, kalau mau kalian larang kami jualan, bagi uang sama kami, biar kami tidak jualan, lantaran, kami hidup banyak tanggungan, "kata pedagang lagi.


Pedagang tetap bersikeras ingin masuk, sehingga terjadi aksi saling dorong. Karena jumlah satpol PP terlalu banyak, mobil para pedagang tidak bisa masuk ke lokasi dan pedagang terus memaksa ingin masuk.


Melihat aksi sedikit bergejolak, warga sekitar spontanitas berdatangan membantu para pedagang pasar lelo dan ikut membantu.


Situasi semakin tak terkendali, dengan ramainya warga setempat bersama pedagang yang membuat situasi jalan lintas menuju Kota Medan dan sebaliknya macet total seketika. Satlantas Polres Sergai di bantu Dinas Perhubungan terus berupaya mengatur lalu lintas agar tetap lancar.


Dengan kericuhan dan banyaknya massa membuat satuan anggota Satpol PP membubarkan diri. Hingga sore, situasi pasar lelo Sei Rampah aman dan kondusif serta para pedagang kembali menggelar dagangannya.


Sebelumnya, lapak pasar lelo sudah disiapkan oleh pemerintah setempat ke lapak yang baru. Namun para pedagang tidak mau untuk direlokasi berjualan ke sana tepatnya di pasar rakyat Sei Rampah lantaran menurut para pedagang tempat relokasi pasar tersebut sunyi pembeli. (hrp)




×
Berita Terbaru Update