Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Breaking News! Usai Menunaikan Salat Isya, Pengungsi Banjir Tewas Tergilas Truk

Minggu, 21 November 2021 | 07:17 WIB Last Updated 2021-11-21T00:17:08Z

Barang bukti truk.

Sergai, Rakyatterkini.com  -  Seorang pengungsi korban banjir, Irmansyah alias Iwan Bunga, (40), warga Dusun I Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah,, tewas dengan kondisi mengenaskan di depan Masjid Taqwa, Pekan Sei Rampah.


Korban dilindas truk ketika pulang Salat Isya, Sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 20.10 WIB


Menurut sumber, korban baru siap Salat Isya, mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol BK 6278 XAL warna merah.


Saat keluar kompleks masjid yang jalannya menurun, tak disangka-sangka datang truk trailer (gandeng) merk Fuso nopol BK 8894 CQ yang  membawa tangki bermuatan, dari arah Tebing Tinggi menuju Medan.


Motor yang dikendarai korban, langsung menyeruduk bagian samping kiri belakang dan masuk ke kolong truk yang sarat dengan muatan.


Tergilas ban ganda dari Trailer, bagian perut pecah dan usus terburai, sementara bagian kepala juga mengalami luka yang cukup parah. Korban tewas di TKP sedangkan Honda Beat yang dikendarai korban ringsek bagian depan.


Melihat kejadian tersebut, sopir truk trailer yang bernama Ramlan Silaban (53) warga Simpang Kantor, Kecamatan Medan Belawan, langsung tancap gas arah ke Medan.


Sontak, warga yang lagi ramai karena malam Minggu, mengejar truk trailer tersebut. Ketika dicoba untuk menyetopnya, sopir berdalih kalau dia mau ke kantor polisi menyerahkan diri, dan akhirnya yang mengejar truk langsung menggiring ke Polres Sergai.


Personel Unit Laka Polres Sergai yang tiba di lokasi, kemudian membawa korban ke RSUD Sultan Sulaiman untuk divisum. Sedangkan sepeda motor, truk trailer berikut sopirnya diamankan di Sat Lantas Polres Sergai.


Sopir truk trailer, ketika ditanyai wartawan mengatakan, ia dari Tebing mau ke Belawan untuk bongkar muatan. "Aku takut dipukul massa, makanya aku lari ke sini, "dalihnya membela diri. 


Belum ada pejabat Lalu Lintas yang bisa dikonfirmasi, sedangkan personel piket tidak ada yang bersedia memberikan keterangan. (hrp)




×
Berita Terbaru Update