Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Abrasi Mengancam, Deputi Bidang Sistem Nasional Tinjau Break Water

Kamis, 25 November 2021 | 09:10 WIB Last Updated 2021-11-25T02:10:10Z

Deputi Bidang Sistem Nasional tinjau break water Indramayu.

Indramayu, Rakyatterkini.com - Deputi Bidang Sistem Nasional Setjen Dewan ketahanan Nasional (Wantannas) meninjau proyek pengaman break water (pemecah ombak) Pantai Dadap dan Pantai Limbangan, Juntinyuat, Indramayu, Rabu 24 November 2021.


Mayjen TNI Moh. Hatta Usmar Rukka dan rombongan yang didampingi Danrem 063/Sgj Kolonel Inf Elkines Vilando Dewangga, dan unsur Forkopimda Indramayu tiba di pengaman (break water), dan melakukan pengecekan set plain pekerjaan pembangunan pengaman pantai Dadap. 


Hadian Ananta Wardhana, ketua Tim Deputi Bidang Sistem Nasional Set Jen Watannas mengatakan, daerah Dadap merupakan salah satu wilayah dengan ancaman abrasi paling dekat, maka dari itu dibuatkan breakwater untuk melindungi abrasi yang mencapai 30 meter pertahun.


Sementara Maman Kostaman, Asda II yang juga turut hadir menuturkan, proyek yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui kementrian PUPR ini merupakan hal strategis, tentunya dengan anggaran yang sangat besar sehingga jika menggunakan APBD tidak memiliki kekuatan.


Beberapa titik breakwater yang dibangun di Indramayu sendiri, telah menggunakan anggaran melebihi sampai dengan sekitar 200 milyar.


Dia berharap, keberadaan breakwater di Indramayu ini, selain untuk menjaga abrasi juga bisa menjadi tempat wisata yang baru.


"Indramayu kan panjang pantainya 147 Km, Kabupaten yang memiliki pantai terpanjang di pulau Jawa," ucapnya.


Sementara itu, Asyriqin, kuwu Desa Dadap menyampaikan, meski pembangunan breakwater tersebut sudah selesai, namun ada hal lain yang belum diselesaikan, untuk itu dia berharap bahwa pihak terkait mau menyelesaikan hal tersebut dengan cepat.


"Efek dari pembangunan ini banyak yang mengalami imbasnya, termasuk jalan di sekitar Desa Dadap, untuk itu kami meminta kepada pihak terkait agar mempercepat pemberesan," pinta Asyriqin. (met)

×
Berita Terbaru Update