Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Sindikat Uang Palsu Divonis 12 Tahun Penjara

Jumat, 08 Oktober 2021 | 15:51 WIB Last Updated 2021-10-08T08:51:49Z
Sidang terdakwa sindikat uang palsu.


Indramayu, Rakyatterkini.com - Empat terdakwa kasus sindikat pencetak dan pengedar uang palsu pecahan Rp100 ribu senilai Rp11 miliar, juga uang dolar Amerika dan Kanada, divonis majelis hakim 12 tahun penjara.


Keempat terdakwa tersebut, Lailul Gufron alias Gus Gufron dan Imam Kudori berperan sebagai pencetak, sedangkan Samsudin dan Cariyah berperan sebagai pengedar uang palsu.


Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim, Fatchu Rohman itu dilakukan secara virtual, bertempat di salah satu ruang sidang PN Indramayu, Jawa Barat, Kamis 7 Oktober 2021.


Fatchu Rohman mengatakan, empat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana mencetak dan mengedarkan uang palsu.


"Majelis hakim telah mendengar keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa, dan melihat barang bukti," katanya.


Oleh karenanya, tegas Fatchu Rohman, Majelis hakim berkesimpulan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi semua unsur yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Keempat terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 36 ayat 3 Undangan-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.


Majelis hakim menjerat para terdakwa, Lailul Gufron alias Gus Gufron dengan putusan penjara selama 12 tahun denda 10 miliar subsider 6 bulan. Samsudin divonis penjara selama 9 tahun denda Rp2 miliar subsider 4 bulan, Cariyah divonis penjara 6 tahun denda Rp1 miliar subsider 2 bulan, dan terdakwa Imam Kudori mendapatkan putusan penjara selama 8 bulan, denda Rp1 miliar subsider 1 bulan.


Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu berhasil membongkar sindikat pembuat uang palsu. Empat orang berhasil ditangkap, satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur. 


Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti uang kertas palsu pecahan seratus ribu yang dinilainya setara dengan Rp11 miliar.  Selain lembar rupiah, sindikat ini juga memalsukan uang dolar Amerika, Canada, dan Singapura.


Di sebuah tempat di wilayah Kecamatan Kedokanbunder, polisi menemukan dua orang dengan gelagat mencurigakan. Saat didekati, tiba-tiba salah satu diantaranya berlari menghindari petugas, tentu saja petugas jadi curiga hingga menangkap salah satu diantaranya yang tidak sempat kabur. (Met)




×
Berita Terbaru Update