Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Member Arisan Online Lapor ke Satreskrim Polres Payakumbuh

Rabu, 08 September 2021 | 19:28 WIB Last Updated 2021-09-08T12:28:03Z
Member arisan online lapor ke Satreskrim Polres Payakumbuh.


Payakumbuh, Rakyatterkini.com - Urusan arisan online berujung ke kantor polisi. Seorang member arisan melaporkan ownernya ke Satreskrim Polres Payakumbuh.


Pelaporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik yang memiliki muatan penghinaan melalui media sosial, yang dilakukan seorang owner arisan online yang berdomisili di Kota Padang.


"Kemaren kami telah membuat laporan, dan telah diterima oleh Satreskrim Polres Payakumbuh," sebut pelapor berinisi FB (39), warga Kecamatan Payakumbuh Barat melalui kuasa hukumnya, Vault Vandellant, didampingi M Ridho Rahmat Putra,  dan asisten advokad Rendra Bagus, Rabu 8 September 2021.


Vault Vandellant menyebut peristiwa ini berawal April lalu. Dimana kliennya berinisial FB mengikuti arisan online dengan pembayaran 1.400.000,- per 20 hari, pada pembayaran ke 6 kliennya mendapat uang arisan Rp15 juta, namun kliennya ini hanya menerima Rp13 juta dengan alasan 2 juta rupiah untuk deposit.


Kemudian pada 21 Agustus kliennya ini tidak dapat membayar penuh karena dalam keadaan sakit dan hanya mampu membayar sebanyak 400 ribu dan meminta sisanya dipotong uang deposit.


Tak terima atas permintaan pemotongan deposit itu, berselang satu hari terlapor yang merupakan ketua arisan langsung memposting foto klien saya di berbagai media sosial dengan kata kata hinaan, diantaranya menyebut penipu dan pelacur.


"Akibat perbuatan tersebut, klien saya ini mengalami trauma karena nama baiknya tercemarkan, untuk itu kita melapor ke Satreskrim Polres Payakumbuh agar segera di proses sesuai dengan hukum yang berlaku," sebutnya.


Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Akno Pelindo, Rabu (8/9) sore membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pencemaran nama baik tersebut.


"Benar kita telah menerima laporan, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Jika memenuhi unsur pidana tindak pencemaran nama baik akan segera ditindak lanjuti," katanya. (rdo)




×
Berita Terbaru Update