Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kementerian Investasi/BKPM Berkunjung ke Payakumbuh, Ini yang Dibahas

Selasa, 28 September 2021 | 21:20 WIB Last Updated 2021-09-28T14:20:29Z



Payakumbuh, Rakyatterkini.com — Wakil Walikota Payakubuh, Erwin Yunaz, didampingi kepala dinas pertanian, Depi Sastra terima kunjungan kerja dari Kementrian Investasi/BKPM, Selasa 28 September 2021.


Kunjungan kerja dari Kementrian Investasi/BKPM yang turut membawa rekanan dari PT Sucofindo untuk membahas lanjutan penyusunan peta peluang investasi proyek prioritas strategis di industri pengolahan hasil perkebunan di Provinsi Sumatra Barat.


Wakil walikota, Erwin Yunaz menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas kunjungan dari Kementerian Investasi/BKPM bersama PT Sucofindo beserta jajarannya, juga berharap Kementerian Investasi dapat membawa kemajuan bagi kota Payakumbuh.


Agenda kunjungan kerja dari kementrian Investasi/BKPM yang dipimpin oleh Ariyo Dharma Pahla Irhamna (Tenaga Ahli Kedeputian Bidang Perencanaan Penanaman Modal) itu turut membawa Eka Fitri Laeli (Kepala Seksi Industri Kimia Dasar), Inten Fauziah Hidayat (Staf), Putri Sarah (Tenaga Pendukung), dan untuk tim dari PT. Sucofindo yakni Bagus Saputra, Ahmad Yasir (PIC Teknis), Wedy Nasrul (Tim Ahli sosial kelembagaan), Muhamad Reza(tim leader), dan Rizqha Supriyanti burano (tim ahli perencanaan wilayah).


Menurut Wawako itu, berdasarkan data yang didapatkan, jumlah Industri Pengolahan Kelapa di Sumatra Barat ada sebanyak 2 pabrik. 


Namun, salah satu pabriknya tidak lagi aktif atau mengalami permasalahan dalam melanjutkan produksinya. Luas tanam kelapa di Sumatra Barat saat ini yaitu 87.572,50 Ha dan produksinya mencapai 78.348 ton (BPS Sumatra Barat, 2021). 


Untuk komoditas gambir, jumlah industri pengolahannya sebanyak ada satu buah industri yang terdapat di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk luas lahan gambir saat ini diperkirakan seluas 28.016 Ha dan produksi gambir saat ini sebanyak 7.582 ton.


Sementara itu, Ariyo Dharma Pahla Irhamna  sampaikan bahwa berdasarkan pada analisis hasil rapat penajaman, rapat koordinasi daerah dan kunjungan lapangan serta stakeholder untuk pemilihan komoditas perkebunan di Sumatra Barat yang strategis dibangun industri pengolahannya adalah Industri Gambir. 


Adapun maksud dari pelaksanaan proyek ini yaitu mendorong realisasi pengembangan penanaman modal Proyek Prioritas/Strategis Industri Pengolahan Hasil Perkebunan Gambir di Provinsi Sumatra Barat. (rdo)




×
Berita Terbaru Update