Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gerakan 5M dalam Pencegahan Covid-19

Selasa, 31 Agustus 2021 | 10:12 WIB Last Updated 2021-09-01T03:16:17Z
Sejumlah pelajar mencuci tangan sebelum masuk sekolah. (foto ist)


Padang, Rakyatterkini.com - Sudah satu tahun lebih kita hidup dan beraktivitas di tengah pandemi Covid-19. Berbagai langkah telah diterapkan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.


Salah satunya adalah melalui gerakan 5M, salah satu upaya yang saat ini digencarkan pemerintah guna memutus mata rantai persebaran Covid-19 di Indonesia. Apa itu gerakan 5M?


Gerakan 5M merupakan suatu gerakan pencanangan penerapan protokol kesehatan bagi seluruh masyarakat. Makna gerakan 5M protokol kesehatan adalah sebagai pelengkap gerakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.


Memakai masker

Memakai masker merupakan upaya yang dirasa paling efektif dalam mencegah persebaran Covid-19. Dilansir di Kemenkes RI, masker dapat menekan angka persebaran Covid-19 hingga 70 persen. Namun harus selalu diingat, masker yang digunakan adalah masker yang sesuai dengan standar kesehatan WHO atau yang memenuhi SNI.


Mencuci tangan

Mencuci tangan dapat menekan angka persebaran Covid-19 sebesar 35 persen. Namun mencuci tangan yang dimaksud, bukanlah asal membasahi tangan dengan air melainkan dengan mencuci dan menggosok tangan dengan sabun selama 20 – 30 detik, mulai dari telapak tangan hingga sela-sela jari. 


Mencuci tangan perlu dilakukan setelah kita pergi keluar rumah, saat akan makan, ataupun setelah memegang benda yang juga disentuh banyak orang sehingga tangan kita tetap bersih dan higienis.  


Menjaga jarak

Menjaga jarak yang dimaksud adalah menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter dimanapun kita berada. Selain itu, kita juga perlu menghindari kerumunan dan tidak keluar rumah apabila tidak mendesak. Apabila kita menerapkan jaga jarak maka kita dapat menekan angka pencegahan Covid-19 hingga 85 persen.


Menjauhi kerumunan

Menjauhi kerumunan merupakan protokol kesehatan yang juga harus dilakukan. Masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak kita bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus corona pun semakin tinggi.


Oleh sebab itu, hindari tempat keramaian terutama bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset, lansia dan pengidap penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona. 


Mengurangi mobilitas

Virus corona bisa berada di mana saja. Jadi, semakin banyak menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula terpapar virus jahat ini. Oleh karena itu, bila tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah.


Meski kita sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama. Pasalnya, virus corona dapat menyebar dan menginfeksi seseorang dengan cepat.


Selain itu, jangan pula lupa untuk selalu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi Covid-19. Jika anggota keluarga memiliki gejala virus corona, diharapkan dibawa ke Puskesmas atau klinik terdekat.


"Saya selalu melakukan 5M, agar terhindar dari virus yang berbahaya itu, "ujar Roza, warga Kuranji, Padang.


Tidak saja 5M, ia bersama keluarga juga menjaga imun tubuh, dengan berolahraga ringan setiap pagi, mengkonsumsi vitamin dan meminum obat herbal. (gp)




×
Berita Terbaru Update