Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

DPRD Pantau Bendungan Olakayo, Aparat Diminta Menindaklanjuti

Minggu, 01 Agustus 2021 | 11:30 WIB Last Updated 2021-08-01T04:30:42Z
Paulus Henuk, wakil ketua DPRD Rote Ndao. (foto dance)


Rote Ndao, Rakyatterkini.com - Bendungan Olakayo yang baru saja selesai dibangun pada anggaran 2019 kembali mengalami kerusakan. Bendungan Olakayo berada di Desa Suebelan, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Bendungan Olakayo direncanakan untuk mengairi area persawahan di Desa Suebela, Kecamatan Rote Tengah, mengalami kerusakan pada semua sisi sehingga tidak dapat digunakan oleh masyarakat Desa Suebela. Akibat kerusakan tersebut Bendungan Olakayo mengalami kerusakan serius 


Dari desain yang dibuat, seharusnya bendungan tersebut dapat menanggulangi intrusi agar petani bisa memanfaatkan air terutama saat musim kemarau seperti saat sekarang ini. 


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Paulus Henuk, Sabtu 31 Juli 2021 mengakui adanya pengaduan masyarakat yang memiliki areal sawah di wilayah tersebut, terkait dengan kerusakana bendungan Olakayo.


Sebagai anggota DPRD memantau dan memberikan masukan, bukan sebagai penegak hukum, sehingga aduan masyarakat dan DPRD sudah memantau dari kerusakan akibat tembok penahan menggunakan materian batu hutan.


"Ini tugas aparat untuk melakukan pengumpulan data dan proses hukum apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai juknis atau tidak, jika memang tidak sesuai segera melakukan proses hukum, "ujar Paulus.


Bendungan Olakayo dikerjakan oleh CV. Satelindo Permai selaku pemenang tender. Proyek tahun anggaran 2019 dengan pagudana Rp3.000.000.000,00 dan HPS Rp2.998.450.828,16


Sony Sabah yang merupakan pegawai Dinas PUPR Kabupaten Rote Ndao yang dikonfirmasi media ini, Jumat (30/7/2021) siang, membenarkan terkait kerusakan pada bendungan. 


"CV Satelindo Permai sudah memperbaiki itu kerusakan tahun 2020 dan dalam perbaikan kerusakan itu, kami dari Dinas PURP Kabupaten Rote Ndao turun sama-sama mengawasi dan menjaga dalam perbaikan kerusakan itu. Dalam perbaikan itu, malah pemasangan dan tebal dari pekerjaan itu melebihi dan makin kuat kualitasnya," ujar Sony.


Lanjutnya, "Namun rusak lagi di tahun 2021 dan itu bukan urusan kontraktor lagi, tapi kerusakan bendungan Olakayo di tahun 2021 itu di katakan dalam kategori bencana, karena memang pekerjaan sudah kuat tapi alam ini memang tidak bersahabat maka pekerjaan bendungan Olakayo jebol lagi," urai Sony Sabah. 


Menurut informasi, Dinas PUPR Rote Ndao telah melakukan tender/lelang fisik, dalam tahun 2021 ini akan dkerjakan kembali. (Dance Henukh)




×
Berita Terbaru Update