Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Desa Matotonan, Wisata Budaya Asli Mentawai

Jumat, 13 Agustus 2021 | 15:31 WIB Last Updated 2021-08-13T08:32:23Z
Warga Matotonan dengan budaya asli Mentawai.


Mentawai, Rakyatterkini.com -  Desa Matotonan di Pulau Siberut, satu-satunya desa yang masih menjaga budaya asli Mentawai. Desa yang menjadi tempat wisata budaya unggulan Bumi Sikerei, berada di pedalaman Sungai Rereiket Hulu, Kecamatan Siberut Selatan. 


Menurut Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, masyarakat di desa ini masih sangat kuat menjaga keaslian budaya Mentawai.


“Kita harus menjaga dan melestarikan adat budaya kita ini untuk di ketahui oleh anak cucu kita nanti. Sebab, budaya asli Mentawai hanya ada di Desa Matotonan atau Rereiket Hulu ini, ” ujar Yudas, Kamis 12 Agustus 2021.


Yudas menilai budaya Mentawai sangatlah menarik. Begitu juga sektor pariwisata yang bisa 'dijual', sehingga bernilai ekonomi bagi masyarakat. Jadi, masyarakat bisa menikmati hasil keseharian mereka, saat wisatawan berkunjung untuk melihat kehidupan asli Mentawai di Wilayah Rereiket.


“Budaya kita saat ini sudah sangat mempunyai nilai ekonomi. Maka, tugas kita sekarang adalah mengeksiskan wisata budaya ini supaya makin sering dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, ” ajak Yudas.


Kepala Dinas Pariwisata Mentawai, Joni Anwar, mengatakan rumah adat atau Uma yang dibangun oleh Dinas Pendidikan di Desa Matotonan, diproyeksikan sebagai museum tempat alat kerajinan tangan masyarakat. Selain itu, bisa untuk tempat foto-foto sejarah dan keseharian yang menjadi nilai bidaya Mentawai.


Joni juga mengatakan pihaknya mendapat tugas dari Bupati Mentawai, agar menjadikan Uma destinasi wisata budaya Mentawai. “Kita akan benahi lagi seperti penataham halaman, membangun gazebo dan stand di sekitarnya untuk tempat kuliner dan kerajinan masyarakat. 


Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, Oreste Sakeru, menjelaskan pendidikan budaya di Mentawai harus selalu dijaga. Sehingga, generasi di Bumi Sikerei tidak kehilangan identitas budayanya di masa mendatang.


Untuk itu, ia mengajak kepala sekolah hingga kepala desa di Mentawai, agar mengikutsertakan pelajar dalam kegiatan adat dan budaya. Selain itu, mereka harus dipekenalkan bahkan dibawa melihat rumah adat Mentawai, agar mereka paham bagaimana budaya asli Mentawai. (jaibi)




×
Berita Terbaru Update