Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Rabu, 04 Agustus 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemko Payakumbuh tak Pernah Mengabaikan Kesehatan Warganya

Minggu, 27 Juni 2021 | 17:56 WIB Last Updated 2021-06-27T10:56:27Z
Walikota Payakumbuh, Riza Falepi.


Payakumbuh, Rakyatterkini.com - Wali Kota Riza Falepi mengaku pemerintah kota Payakumbuh tak pernah mengabaikan kepentingan warganya di bidang kesehatan. 


Namun, masih ada juga beberapa warga yang terkadang tidak memperdulikan urusan kesehatannya dan keluarga, padahal edukasi tentang pelayanan kesehatan sudah sering dilakukan petugas kesehatan dari puskesmas ke kelurahan-kelurahan.


Riza melirik salahsatu contoh kasus yang baru-baru ini terjadi, ada anak warga di Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur dalam kondisi butuh pertolongan akibat bencana luka bakar, tetapi tidak dapat pelayanan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 


Bagaimana bisa?

Informasi dari Camat Payakumbuh Timur Irwan Suwandi, Sabtu 26 Juni 2021, setelah ditelusuri, kejadian yang menimpa anak tersebut ternyata belum pernah dilaporkan pihak keluarga kepada RT atau kelurahan, sehingga tidak terdeteksi.


Pihak keluarga pasca kejadian beranggapan bisa menangani sendiri. Ternyata tidak bisa, dan mencoba mengakses bantuan Baznas, cuma terkendala karena tidak tercatat sebagai penduduk Payakumbuh (KTP Luar Payakumbuh). Oleh Baznas sudah diminta mengurus pindah domisili, agar bisa dibantu. Tapi sampai sekarang, keluarga belum mengurus pindah ke Payakumbuh, kata Irwan.


Irwan juga menerangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal sudah menginstruksikan agar anak tersebut dibawa ke IGD RSUD Adnaan WD untuk ditangani, dan dibekali dengan surat keterangan domisili dulu, untuk selanjutnya akan dibantu mengurus administrasi perpindahan kependudukannya dari Tambilahan ke Payakumbuh. 


Terkait kasus seperti ini, Wali Kota Riza Falepi menyampaikan dirinya prihatin masih adanya warga yang seperti menyepelekan jaminan kesehatannya. Menurut data dari dinas kesehatan, masih tersedia banyal kuota bagi warga yang bisa ikut BPJS dengan biaya ditanggung pemerintah daerah.


"Inilah kenapa kita selalu nyinyir menyampaikan, kita mengimbau warga yang miskin jangan "sombong", apalagi kalau perantau yang pulang kampung, segeralah urus surat menyurat administrasi kependudukannya disaat pindah. Saya ingatkan juga agar Lurah, RT/RW agar aktif mengingatkan kepada warga untuk mengurus BPJS," kata Riza.


Bahkan, menurut Riza, hal konyol yang sering terjadi adalah masih ada warga yang apabila sakit malah memilih pergi ke dukun, bukan ke puskesmas atau rumah sakit.


"Ke dukunpun kan membayar, kalau ke puskesmas dan rumah sakit, asal ada kartu BPJS, sudah pasti gratis, untuk itu saya berharap warga kita bisa lebih melek dengan urusan kesehatannya, karena ini vital," kata Riza. (rdo)




×
Berita Terbaru Update