Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Rabu, 04 Agustus 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Mentawai Rencanakan Pengembangan Budidaya Bambu di Bumi Sikerei

Kamis, 10 Juni 2021 | 18:06 WIB Last Updated 2021-06-29T11:10:20Z
Mentawai rencanakan pengembangan budidaya bambu di Bumi Sikerei.


Mentawai, Rakyatterkini.com - Dinas lingkungan hidup dan kebersihan Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas Udayana menggelar sosialisasi kajian akademis penyusunan rancangan penanaman pada kawasan perlindungan.


Kegiatan dihadiri Komisi III DPRD Mentawai, asisten, staf ahli, dan para Kepala OPD terkait. Dalam sosialisasi tersebut, fokus pengembangan budidaya tanaman yang dimaksud adalah bambu.


Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan alasan menggandeng stakeholder dari Bali karena pengalamannya yang bisa memadukan high technology dengan budaya.


"Kita harus terus berinovasi memanfaatkan teknologi yang ada, namun tidak lepas dari budaya atau kebiasaan di daerah kita. Harapannya, hasil kajian ini dapat dituangkan pada perencanaan ke depan yang dekat dengan kondisi di Mentawai," ujar Yudas saat sosialisasi.


Budidaya bambu ini ke depan diharapkan menggeliatkan sektor pariwisata, pertanian, kerajinan, perekonomian, konstruksi bangunan, dan aspek kehidupan lainnya.


Bambu diketahui memiliki sejumlah manfaat dari akar hingga pucuknya, misalnya sebagai bahan asap cair, kerajinan, makanan, teh herbal, sabun cuci, obat-obatan, kertas seni, pupuk, pakan ternak, papan serat, biomassa, bahan bakar, dan lain sebagainya.


"Ini tantangan bagi  kita dan harus bisa diimplementasikan. Budaya sebaiknya kita olah dan kembangkan sesuai teknologi yang ada dan seharusnya dapat memberikan dampak ekonomi. Ingin membuat kreasi apapun, berangkat dari budaya. Orang bisa maju karena budayanya," imbuh Yudas.


Menurutnya, perlu memiliki cita rasa atau sense yang dalam lagi terkait budaya karena memiliki keunikan dibanding daerah lainnya. Jadi, masyarakat pribumi perlu mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya daerahnya.


Saat bersamaan, Fernando Sabajou anggota DPRD Mentawai turut menyatakan supportnya akan rencana pengembangan budidaya bambu di spot yang ada di Mentawai.


Sementara itu, Diah Kencana, ketua tim peneliti bambu lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Udayana menyatakan pihaknya siap untuk menjalankan program yang diamanatkan untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya. 


"Terkait pengembangan bambu kita akan melihat potensi dan komposisi tanah yang bisa ditanami jenis bambu. Dari kajiannya, ke depan kita akan garap dan membuat masterplannya," ujar Diah Kencana.


Terkait jenis bambu yang dikembangkan akan mengutamakan bambu yang ada dan yang bisa dikonsumsi. Ia mengimbuhkan bahwa bambu dapat bertahan hidup hingga ratusan tahun sehingga sangat bagus untuk dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis dan nilai ekologi.


Ia berharap, ke depan Pemerintah daerah setempat memiliki komitmen melanjutkan program bambu tersebut. (jaibi)




×
Berita Terbaru Update