Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis, 29 Juli 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
68.074 11.450 55.179 1.445
sumber: corona.sumbarprov.go.id

BBIP Sikakap Tingkatkan Budidaya Ikan Kerapu

Kamis, 10 Juni 2021 | 17:54 WIB Last Updated 2021-06-29T10:59:27Z
Wakil Bupati Mentawai tinjau budidaya ikan kerapu.


Mentawai, Rakyatterkini.com - Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Sikakap Mentawai mulai memproduksi ikan kerapu macan sejak 2017 lalu. Pada Maret 2021 BBIP juga sudah mulai memproduksi ikan kerapu bebek yang diketahui memiliki nilai jual tinggi alias mahal.


"Saat ini, BBIP Sikakap sudah produksi dua jenis ikan kerapu, yaitu kerapu bebek dan macan," kata Hardimansyah, Kepala Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Sikakap Mentawai.


Ia menyebutkan bahwa ada sekira 12.000 ekor benih ikan kerapu bebek yang dibudidayakan di BBIP dengan ukuran 3 dan 4 centimeter.


Sementara itu, produksi kerapu macan sekira 8.000 ekor dengan ukuran 8,10, dan 12 centimeter. Hardimansyah mengatakan bahwa pemasaran terkendala karena adanya regulasi yang membuat Kapal Hongkong (kapal asing) tidak datang ke Mentawai lagi.


"Sebelum ada regulasi, kapal Hongkong bersandar di Sikakap, Sipora, dan Siberut. Biasanya bisa sekali atau dua kali datang ke Mentawai dalam sebulan. Kemudian, tahun 2016 kapal asing boleh ke Indonesia tetapi hanya berada pada satu titik, hanya di Padang saja," papar Hardimansyah.


Ia mengimbuhkan sejak kapal Hongkong tidak ke Mentawai, ikan dibawa ke Padang, namun harganya turun. Oleh sebab itu, minat masyarakat menjadi menurun saat itu. Kemudian, imbuh Hardimansyah, 2019 ada pengusaha lokal yang kapalnya dari Padang ke Mentawai.


Nelayan menjual kepada pengusaha tersebut dengan harga yang lumayan, namun masih jauh dari harga yang ditawarkan jika kapal Hongkong bersandar di Mentawai. 


Meski demikian, jika kuota ikan terpenuhi, yakni lebih 15 ton maka Kapal Hongkong baru bisa ke Mentawai.


"Untuk mencapai kuota tersebut kita memproduksi benih dengan harapan masyarakat terus membudidaya secara berkesinambungan sehingga produksinya bisa melebihi 15 ton dan kapal Hongkong bisa ke Mentawai lagi," katanya.


Biasanya, dulu penjualan ikan kerapu bebek dibanderol sekira Rp,450.000 per kilogram pada pihak kapal Hongkong. Sementara kerapu macan sekira Rp120.000 dan 140.000 per kilogram, tergantung ukurannya.


Untuk penanganan dua jenis kerapu tersebut, menurutnya, ikan kerapu bebek agak sensitif dan perlu penanganan khusus. (jaibi)




×
Berita Terbaru Update