Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Menjelang Idul Fitri, Polres Indramayu Tangkap Pelaku Kejahatan Narkotika

Jumat, 07 Mei 2021 | 09:21 WIB Last Updated 2021-05-07T02:21:38Z

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang, merilis kasus narkoba.

Indramayu, Rakyatterkini.com - Polres Indramayu dari Januari hingga Mei 2021, berhasil menangkap empat puluh empat pelaku narkoba yang terdiri dari kurir, pengecer dan pengedar.


Pelaku kejahatan narkoba ini ditangkap dalam operasi senyap Satuan Reserse Narkoba di sejumlah lokasi. Jumlah tempat kejadian perkaranya pun bahkan mencapai tiga puluh empat titik.


Barang bukti yang berhasil disita selama operasi senyap yakni 79,7 gram sabu, 34,2 gram ganja, 67,1 gram tembakau sintetis atau gorila, 194 butir psikotropika serta 18.474 butir obat keras terbatas. 


Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang, didamping Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo, Kamis 6 Mei 2021 dalam jumpa pers.


Menurut Kapolres sebanyak sepuluh orang tersangka  memiliki peran masing-masing, ada yang menjadi kurir, pengedar dan pengecer. Ini dari kelompok berbeda-beda, bandarnya masuk dalam DPO (daftar pencarian orang).


Ditambahkan saat penangkapan anggota Polres Indramayu menyita tembakau sintetis seberat 39,02 gram dan 1.554 butir Psikotropika dan obat keras terbatas jenis Tramadol HCl, Riklona dan lain-lain. 


Seluruh barang haram itu disita dari seorang pengedar berinisial DAG (21), warga Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu. DAG ditangkap di rumahnya dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Indramayu. 


Tembakau gorila atau tembakau sintetis sebetulnya menjadi barang lama, namun baru-baru ini saja beredar di Indramayu. 


Transaksinya pun lewat media sosial dan situs belanja online, kini seluruh tersangka sedang dalam proses, sebagian lagi perkaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses sidang dari ke sepuluh tersangka dijerat dengan UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 5 sampai 20 tahun atau denda Rp1 miliar. (Selamet H)




×
Berita Terbaru Update