Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Rabu, 9 Juni 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
46.385 642 41.832 1.048
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Adik Pukul Kakak Kandung, Kejari Indramayu Upayakan Keadilan Restoratif

Jumat, 21 Mei 2021 | 19:46 WIB Last Updated 2021-05-21T12:46:56Z
Kejari Indramayu upayakan keadilan restoratif pada adik kakak.

Indramayu, Rakyatterkini.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu lakukan upaya keadilan restoratif perdana terhadap perkara pidana kekerasan fisik yang dilakukan oleh adik kepada kakak kandungnya sendiri. 


Kegiatan tersebut berlangsung di ula Kejari Indramayu, Jumat 21 Mei 2021.


Peristiwa pemukulan yang terjadi pada 3 April 2021, sekitar pukul 03.00 WIB itu bermula saat tersangka W (26), pemuda asal Desa Eretan Kulon pulang kerumah, kemudian cekcok mulut dengan kakak kandungnya, yakni Casmirah (30), hingga saling dorong, dan akhirnya W memukul kepala korban sampai berdarah.


Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Indranayu, M Ichsan menjelaskan akibat perbuatannya, tersangka diamankan pihak kepolisian.


"Perkara tersebut dilimpahkan ke Kejari Indramayu, dan berdasarkan pendapat Jaksa Penuntut Umum (JPU), atas perkara tersebut dilakukan pendekatan keadilan restoratif," jelasnya.


M Ichsan juga menuturkan, keadilan restoratif yang dilaksanakan berdasarkan petunjuk pimpinan sebagaimana diamanatkan dalam perja No.15/2020 yakni, suatu penyelesaian perkara pidana dengan melibatkan pelaku, korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dan menekankan pada pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan sebagai pembalasan.


Namun tentunya, tidak pula dapat diterapkan terhadap seluruh perkara pidana karena keadilan restoratif hanya dapat diterapkan terhadap perkara-perkara yang memenuhi kualifikasi sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Jaksa Agung (Perja) No 15 tahun 2020.


Setelah tercapainya upaya perdamaian melalui keadilan restoratif pada hari ini, nantinya kami akan melaporkan kepada pimpinan secara berjenjang apakah terhadap pendekatan restoratif telah memenuhi syarat yang ditentukan, jadi singkatnya keadilan restoratif ini tidak serta merta langsung menghentikan penuntutan atas tersangka.


Dalam kesempatan tersebut, Casmirah selaku saksi korban sekaligus kakak kandung korban juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memfasilitasi terlaksana upaya perdamaian.


"Semoga perkara atas adik kandung saya cukup sampai di sini, saya sudah memaafkan lahir batin. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran berharga untuk saya dan keluarga," ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, hadir Penjabat (Pj) Kepala Desa Eretan Kulon, Kusuma Wijaya, didampingi beberapa perwakilan masyarakat yang turut menyaksikan pelaksanaan restoratif melalui penandatanganan kesepakatan musyawarah perdamaian.


Kusuma Wijaya menyambut baik dan mengapresiasi seluruh pihak, karena sebenarnya perkara tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan sudah dilakukan upaya pencabutan laporan.


"Kami berharap, tersangka diberi kesempatan untuk dapat melakukan pembinaan agar menjadi lebih baik lagi dan upaya perdamaian ini dapat dikabulkan sehingga tidak perlu diproses lagi," ucapnya.


Pelaksanaan keadilan restoratif ditutup dengan penandatangan berita acara kesepakatan perdamaian tanpa syarat antara pelaku dan korban, dengan disaksikan oleh para tokoh masyarakat dan penyidik Polsek Kandanghaur serta JPU pada Kejari Indramayu selaku fasilitator.


Selanjutnya sesuai ketentuan hasil kesepakatan akan dilaporkan secara berjenjang oleh fasilitator kepada pimpinan sesuai ketentuan guna diperoleh ketetapan apakah terhadap upaya keadilan restoratif dapat dilanjutkan prosesnya. (SH)




×
Berita Terbaru Update