Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Rabu, 9 Juni 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
46.385 642 41.832 1.048
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Diduga Dianiaya, MNS Meregang Nyawa Saat Ikut Latihan di Perguruan Silat

Jumat, 09 April 2021 | 19:21 WIB Last Updated 2021-04-09T12:21:07Z
Tiga pelaku penganiayaan di salah satu perguruan silat. (foto ist)

Klaten, Rakyatterkini.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Klaten mengungkap kasus meninggalnya MNS, (15) saat mengikuti latihan silat di salah satu perguruan silat.


Polisi mengamankan tiga tersangka berinisial M (18), AN (19) dan RAP (20) di lokasi berbeda.


Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mewakili kapolres menggelar konferensi pers di Lobby Depan Mapolres Klaten, Jumat 9 April 2021.


Menurut Kasat, kejadian berawal pada Sabtu 3 April 2021 sekira pukul 19.30 WIB dimana warga dan siswa salah satu perguruan silat Rayon Palar Ranting Trucuk Cabang Klaten melaksanakan latihan rutin.


"Saat itu kegiatan diikuti oleh 12 siswa dan 8 warga. Diawali pembukaaan dengan doa dilanjutkan doweran pemanasan diambil oleh pelatih M. Kemudian latihan dipimpin oleh A," kata Kasat.


Lanjutnya, setelah itu istirahat pertama kurang lebih 15 menit. Saat itu korban tidak merasakan gejala apa-apa. Pukul 23.00 WIB dilanjutkan materi senam dasar diambil oleh Ridwan selama 30 menit kemudian dilanjutkan Aji dengan memberikan tindakan push up sebanyak 50 kali lebih kepada para siswa termasuk korban.


"Setelah itu latihan dipimpin oleh Fendi dan kemudian istirahat. Pada saat melatih para pelaku juga memberikan pukulan terhadap korban dengan maksud ketahanan fisik. Kemudian pada pukul 03.00 WIB saat doa mau pulang, siswa berjumlah 12 orang baris. Tiba-tiba korban jatuh pingsan tidak sadarkan diri," jelas Andryansyah.


Dia menambahkan, korban sempat diberikan pertolongan nafas buatan dan dibawa ke RSI Klaten oleh Ridwan, Aris (Ketua Rayon) dan Singgih dengan menggunakan KBM milik Ridwan.


"Pukul 03.15 WIB tiba di UGD RSI Klaten kemudian dilakukan pemeriksaan oleh tim medis sekitar pukul 03.45 WiB korban dinyatakan meninggal dunia," jelas Kasat Reskrim Polres Klaten.


Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 80 ayat (3) Jo pasal 76 C subsider pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C lebih subsider pasal 80 ayat (1) Jo pasal 76 C UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UURI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UURI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. (Cahyo)




×
Berita Terbaru Update