Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pertama di Indonesia, Taman Kehati Hadir di Sawahlunto

Jumat, 05 Maret 2021 | 14:21 WIB Last Updated 2021-03-05T07:21:28Z
Deri Asta didampingi Kepala DPKP2LH, Adrius Putra (songket merah) menerima DED Master Plan Taman Kehati dari Riki Frindos, Direktur Eksekutif Yayasan Kehati.

Jakarta, Rakyatterkini.com - Walikota Deri Asta, dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Kota Sawahlunto, Adrius Putra melakukan rapat koordinasi dengan Direktur Eksekutif Yayasan Kehati Indonesia, Riki Frindos.


Dalam kegiatan itu, walikota juga menerima DED (Detail Enginering Desaign) yang merupakan awal dari Master Plan Perencanan Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawahlunto, Kamis (4/3/2921) di Jakarta.


Taman Keanekaragam Hayati (Kehati) akan hadir di lahan bekas tambang batubara terbuka Kandi, Sawahlunto. Taman yang direncanakan di area 24,28 hektare akan dibangun dalam tahun 2021 ini.


"Ini inovasi baru yang dilakukan NGO (non governance organisation-red) Yayasan Kehati Indonesia yang didirikan Emil Salim bersama DPKP2LH Sawahlunto terhadap lahan bekas tambang batubara di daerah ini," kata Walikota Deri Asta usai Rakor tersebut.


Dikatakan, dengan adanya Taman Kehati akan menambah khazanah pariwisata Kandi. Kini di Kandi sudah ada wahana wisata, Taman Satwa, Camping Ground, Road race dan Wisata air. 


Dikemukakan walikota, dari masterplan yang diserahkan oleh Konsultan dan ditampilkan pihak perencana sudah bagus. "Harapan kami, Taman Kehati ini bisa memberi kemaslahatan bagi Kota Sawahlunto dan masyarakat," ujar Deri. 


Andi, dari PT Ruang Hijau, konsultan perencanaan pembangunan Taman Kehati, Kandi, menjelaskan, Taman Kehati akan saling melengkapi dengan objek wisata yang sudah ada di Kandi.  


Menurut Andi, konsep Taman Kehati merupakan konservasi yang memadukan pendidikan, budaya religi dan alam sebagai wadahnya. Penghijauan diawal kegiatan wajib dilakukan, karena butuh naungan pohon baru, tutur Andi. 


Kepala DKP2LH Sawahlunto, Adrius Putra yang dihubungi secara terpisah menjelaskan, Yayasan Kehati merupakan lembaga nirlaba yang mengemban amanat untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana hibah bagi pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di Indonesia secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.


Dengan adanya Taman Kehati ini yang merupakan pertama di Indonesia, ada beberapa keuntungan  bagi Sawahlunto, akan menjadi ikon konservasi lingkungan bekas tambang pertama di Indonesia.

 

Sebagai sarana edukasi alam bagi peneliti dan pelajar, pengembangan budaya dan religi, ruang terbuka hijau, dan arana pemberdayaan masyarakat/kelompok masyarakat untuk keberlanjutan taman.


Adapun bentuk pengelolaannya dengan melibatkan kelompok masyarakat pencinta lingkungan untuk ikut memelihara taman yang dibuat, dengan pendampingan langsung akademisi perguruan tinggi. (Ris1)




×
Berita Terbaru Update