Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemko Payakumbuh Optimalkan IPLT, Sedimen Lumpur Tinja Bakal Diolah Jadi Pupuk

Selasa, 30 Maret 2021 | 08:09 WIB Last Updated 2021-03-30T01:09:15Z
Petugas  mobil operasional tinja sedang melakukan aktivitasnya.

Payakumbuh, Rakyatterkini.com - Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) termasuk prasarana pelayanan dasar suatu kota. Keberadaan IPLT berdampak kepada penurunan pengaruh negatif dari limbah domestik rumah tangga, yaitu limbah tinja.


Sampai saat ini, Kota Payakumbuh berhasil menjadi kota sehat berturut-turut dan berhasil memperoleh predikat daerah bebas BAB sembarangan. Ini membuat semakin kuatnya keinginan Wali Kota Riza Falepi agar bagaimana masyarakatnya menyadari pentingnya pengolahan limbah domestik.


Dengan telah berfungsinya IPLT yang baru melalui bantuan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumbar Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI yang ada di Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Pemerintah Kota Payakumbuh semakin bertekad meminimalkan pencemaran sebagai dampak dari air limbah domestik (limbah tinja rumah tangga).


"Dukungan kementerian sangat membuat kita senang dan kita semua berharap kerjasama dan komunikasi yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan," kata Riza Falepi, Senin 29 Maret 2021.


Limbah yang telah diolah di IPLT, akan menjadi cairan yang bisa layak dibuang ke badan penerima seperti saluran dan sungai tanpa adanya zat pencemar lagi. 


Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Payakumbuh, Marta Minanda, meski IPLT Payakumbuh baru berjalan 2 bulan sejak diresmikan, namun karena sudah meningkatnya jumlah septic tank masyarakat yang sesuai dengan standar teknis ditambah dengan program Pemko yang sudah membangun septic tank bagi sekitar 4000 rumah warga di Payakumbuh sejak 2017 lalu, sampai-sampai saat ini sudah banyak antrian layanan sedot tinja yang masuk.


Dalam melayani kebutuhan masyarakat Payakumbuh, pemko juga telah memberikan subsidi dalam pelayanan sedot tinja. Dibuktikan dengan pengenaan retribusi layanan sedot tinja kepada masyarakat hanya sebesar Rp130.000 saja, sementara itu untuk 1 mobil layanan kita bisa menampung sebanyak 3 kubik lumpur tinja, papar Marta.


Jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk operasional, sebenarnya dibutuhkan lebih kurang Rp380.000 per tiap kali penyedotan, artinya ada biaya sekitar Rp250.000 yang disubsidi oleh pemko.


IPLT Payakumbuh, memiliki bangunan pengolahan terdiri dari 7 instalasi dengan luas lahan sekitar 1 hektare itu dapat menampung maksimal 35 kubik perhari. 


Saat ini keberadaan IPLT sangat membantu Pemko dalam prioritas pengolahan limbah domestik di wilayah kota. Makin berkurang dampak negatif limbah domestik terhadap pencemaran lingkungan.


Marta juga menyebutkan bagi daerah tetangga yang belum memiliki IPLT, bila berminat kerjasama ikut diolah limbah domestiknya di IPLT Payakumbuh, Pemko siap membuatkan Perwako terkait kerjasama itu.


"Tapi kita tetap menghitung kapasitas daya tampung terlebih dahulu, atau yang disebut idle capacity, berapa yang masih tersisa karena prioritas utama kita tentunya adalah limbah warga Kota Payakumbuh," kata Marta. (rdo)




×
Berita Terbaru Update