Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

BNN Jateng Gagalkan Peredaran Tembakau Gorila di Batang

Selasa, 02 Maret 2021 | 21:58 WIB Last Updated 2021-03-02T14:58:40Z
Bupati Batang dan Kepala BNNP Jateng memperagakan barang bukti.

Batang, Rakyatterkini.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama tim gabungan menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis Sintetyc Canabinoid atau yang dikenal dengan tembakau Gorila.


Tersangka AAK berhasil dibekuk berkat informasi dari Kanwil Bea dan Cukai Jateng dan DIY, yang selanjutnya dilakukan penyelidikan sejak Selasa (23/2).


“Kami mempunyai interdiksi terpadu yang ada di Provinsi Jawa Tengah, yang di dalamnya ada 12 institusi di antaranya Polda Jawa Tengah, TNI AD, TNI AU, Bea Cukai dan lainnya,”ungkap Kepala BNNK Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan, saat menggelar konferensi pers, Selasa (2/3/2021).


Dijelaskan, berdasarkan informasi akan ada pengiriman barang berupa paket, sekira pukul 13.00 WIB. Begitu ada seseorang yang dicurigai sebagai pengedar, lalu segera ditangkap. 


Tersangka merupakan karyawan pada perusahaan pengolahan ikan di Klidang Lor. “Lalu dilakukan penggeledahan, terdapat 2 buah paket Tembakau Gorila,” bebernya.


Setelah dilakukan pengembangan, dengan menginterogasi tersangka, ternyata ada 2 paket serupa sedang dalam perjalanan, dan segera dilakukan penyitaan pada Kamis (25/2). 4 paket tersebut berisi Tembakau Gorila seberat 58,86 gram.


Ia menerangkan, AAK merupakan pengedar narkotika yang beroperasi di wilayah Batang. “Tembakau tersebut dijual eceran dengan harga terjangkau Rp50.000 - Rp100.000, kepada remaja berusia antara 17-21 tahun.


Tersangka sudah melakukan aksinya selama 1 tahun, dengan modus dimasukkan atau disamarkan dalam pakaian dan sepatu bekas. Setelah dilakukan uji laboratorium ternyata narkotika tersebut termasuk golongan 1 Jenis MDMB-4-en PINACA yang memiliki efek 4 kali lipat lebih berat dari ganja.


Bupati Batang Wihaji mengatakan, hal ini menjadi pembelajaran penting agar hal serupa tidak terjadi lagi di Batang. 12 institusi itu memiliki komitmen kuat untuk memberantas peredaran gelap narkotika. 


Pemda selalu mendukung untuk meminimalkan kejadian tersebut. “Ayo warga Batang jauhi narkoba, jangan coba-coba. Ini merusak generasi penerus bangsa, diri sendiri dan keluarganya serta berakibat fatal bagi masyarakat,” imbaunya.


Wihaji menegaskan, selama ini pencegahan terus-menerus dilakukan bersama BNNK Batang dengan programnya Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). “Saya pun sebelum pandemi mempunyai program Bupati Mengajar, agar para pelajar mendapat edukasi untuk menjauhi narkoba,” tegasnya. (sts)




×
Berita Terbaru Update