Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 14 September 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
88.400 2.552 83.778 2.070
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Antisipasi Kejadian Makassar, Ini Antisipasi Polisi di Rote Ndao

Senin, 29 Maret 2021 | 11:34 WIB Last Updated 2021-03-29T05:40:38Z
TNI-Polri siaga di sejumlah gereja di Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).


Nusa Tenggara Timur, Rakyatterkini.com - Menyikapi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021 pagi, sejumlah tokoh agama Kristen, Islam di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengutuk keras perilaku tersebut.


Ini juga disikapi jajaran Polres Rote Ndao dan Polsek jajaran, sejak sore kemarin melaksanakan patroli memantau pelaksanaan ibadah di sejumlah gereja yang melaksanakan ibadah sore.


Kapolres Rote Ndao, AKBP Felli Hermanto, melalui Kabag Ops AKP Matheus Cono, Minggu malam mengatakan pasca bom Makassar, Kapolres Rote Ndao telah menginstruksikan seluruh satuan fungsi bersama anggota markas, serta Polsek jajaran untuk berupaya mengamankan wilayah masing-masing karena perbuatan teror bukan tidak mungkin terorganisir dilakukan di sejumlah tempat. 


Untuk meminimalisir dan mengantisipasi kejadian teror, Polres juga mengimbau kepada umat Kristiani melalui tokoh-tokoh agama untuk mengaktifkan security internal atau petugas masing-masing gereja untuk membantu mengamankan lingkungan gereja, tetap dengan tetap menaati protokol kesehatan karena berada dalam masa pandemi Covid-19.


Menurutnya, pihaknya menyiapkan posko di Simpang Tiga Utomo sebagai pos gabungan dengan TNI, Satpol PP untuk dalam rangka pemantauan menjelang Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah mendatang. 


“Mulai besok kita sudah menyiagakan anggota di posko dan mobil melakukan patroli, serta didukung Polsek jajarani wilayah masing-masing dengan bekerja sama dengan TNI dan tokoh-tokoh agama untuk mengamankan lingkungan gereja masing-masing,” katanya.


Terpisah, Ketua Klasis Lobalain Thobias Manafe yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengutuk keras teror bom yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab dari kelompok tertentu di saat umat Kristiani sementara melakukan ibadah Minggu Palma.


Menurutnya,  menjelang perayaan Paskas ini pihaknya mengimbau kepada seluruh jemaaat untuk tetap mempersiapkan diri menyambuh hari besar umat Kristiani tersebut dengan tetap mewaspadai setiap kondisi yang ada. 


“Ibadah-ibadah dalam rangka Paskah tetap akan dilaksanakan dengan selalu mewaspadai dan mengantisipasi kejadian kriminal atau teror dengan tetap mematuhi protokol kesehatan karena kita masih berada dalam masa pandemik Covid-19,” imbuhnya. 


Menurutnya, pekan lalu juga dalam rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Rote Ndao telah disepakati agar para pimpinan umat menyerukan dalam rangka Paskah dan menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri dapat meningkatkan kerukunan, tanpa harus terprovokasi dengan kondisi yang mengancam kerukunan yang sudah terjalin selama ini. 


Ketua MUI Kabupaten Rote Ndao, Ahmad Kosso mengutuk keras segala bentuk terorisme dan juga aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar karena tindakan tersebut sangat tidak dibenarkan oleh agama manapun di dunia ini.


Ahmad Kosso juga mengimbau kepada seluruh umat muslim yang ada di Kabupaten Rote Ndao untuk tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bernuansa positif, dan bersama-sama menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama, serta tetap mempererat hubungan kekeluargaan dengan sesama. 


“Mari kita bangun dan perkuat kerukunan, toleransi, dan kekeluargaan dalam bingkai Ita Esa, dan berupaya menjadi polisi bagi pribadi kita masing-masing demi ketentraman dan kenyamanan di lingkungan kita masing-masing,” katanya. 


Tokoh masyarakat Islam Kabupaten Rote Ndao, Ahmad Kiah mengutuk keras tindakan tersebut, juga mengimbau kepada seluruh umat muslim yang ada di Kabupaten Rote Ndao untuk tidak terpengaruh atau terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bernuansa positif, dan bersama-sama menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama, serta tetap mempererat hubungan kekeluargaan dengan sesama. (dance)




×
Berita Terbaru Update