Sebarkan Foto Mantan Pacar, Mahasiswa Ditangkap Polisi -->

Sebarkan Foto Mantan Pacar, Mahasiswa Ditangkap Polisi

Kamis, 18 Februari 2021, 17:18



Pariaman, Rakyatterkini.com - Setelah diputuskan dan ditolak mantan pacar, seorang mahasiswa diduga menyebarkan dokumentasi elektronik yang memilki muatan melanggar keasusilaan.


Kapolres Kota Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana, mengatakan saat relis bersama awak media, Kamis (18/2/2021).


"Pelaku sudah kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, "ujar Deny.


Dikatakan, pelaku ditangkap di Pekanbaru dan selalu berpindah-pindah sebelum akhirnya ditangkap.


Mahasiswa itu ditangkap atas laporan polisi nomor LP/207/B/XI1/2020/SPKT/Polres tentang tindak pidana mendistriusikan informasi dan dokumen elektronik yang melanggar kesusilaan.


"Motif pelaku ini masalah asmara dengan korban, sebab mereka pernah pacaran tapi pelaku diputuskan, dan tidak terima kemudian ingin mempermalukan korban," kata kapolres.


Deny menceritakan, waktu kejadian penyebaran video dan gambar tersebut diketahui oleh korban pada Jumat (11/12/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.


"Korbannya dengan inisial EJ (23), merupakan guru honorer. Sedangkan pelaku penyebaran foto dan vidio tersebut dengan inisial RA (26) seorang mahasiswa warga Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman," jelasnya.


Dikatakan Deny, kronologis kejadian itu diketahui gambar dan video tersebut ketika korban EJ sedang berada di rumahnya. 


Kemudian dihubungi oleh temannya, bahwa ada yang mengirimkan foto dan video tentang diri korban ini dengan seorang laki-laki yang wajahnya ditutupi pakai stiker emoticon berpose sama-sama setengah telanjang dada.


Mendengar hal tersebut korban langsung menelfon temannya itu, dan menanyakan siapa yang mengirimkan foto dan video tersebut. Selanjutnya teman korban tersebut mengatakan, foto itu dikirim oleh nomor WhatsApp yang diketahui pelaku yakni mantan korban.


Beberapa hari kemudian ketika korban bertemu dengan temannya yang lain lagi. Teman tersebut juga menyampaikan kalau ia juga mendapatkan foto dan vido yang sama dari pelaku melalui aplikasi media social messengger.


"Kepada korban pelaku juga mengirim foto dan vidio yang sama, dan mengancam korban jika tetap memutuskan pelaku, maka akan tetap menyebarkan foto dan video tersebut kepada orang lain," katanya.


Korban tidak nyaman atas perbuatan pelaku, dan melaporkannya ke pihak polisi.


Pelaku dikenakan pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016. Untuk ancaman hukumannya paling lama penjara enam tahun. (Sgr)




TerPopuler