Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Rabu, 9 Juni 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
46.385 642 41.832 1.048
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemprov Sumbar Upayakan Kelanjutan Jalan Solsel-Dharmasraya

Senin, 01 Februari 2021 | 19:42 WIB Last Updated 2021-02-01T12:43:10Z



Solsel, Rakyatterkini.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat beserta Pemkab Solok Selatan terus mengupayakan kelanjutan peningkatan ruas jalan Solok Selatan menuju Dharmasraya.


Pada Sabtu (30/1/2021), tim dari Kemenko Maritim dan Investasi, Pemprov Sumbar, dan Pemkab Solok Selatan, dan pihak terkait lainnya kembali melakukan survey dan menyusuri salah satu ruas jalan (Abai - Sungai Dareh) yang menghubungkan dua kabupaten.


Rombongan terdiri dari Asisten Deputi (Asdep) Kemenko Maritim dan Investasi Djoko Hartoyo, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Plt. Bupati Solsel Abdul Rahman, Ketua DPRD Zigo Rolanda, Sekdakab Doni Rahmat Samulo, serta instansi terkait lainnya.


Plt. Bupati Solok Selatan Abdul Rahman menyampaikan harapannya agar ruas jalan Solok Selatan menuju Pulau Punjung Kab. Dharmasraya tersebut dapat segera direalisasikan kelanjutan pembangunannya. 


Menurut Rahman, masyarakat Solok Selatan umumnya, dan masyarakat di Sangir Batang Hari khususnya sangat membutuhkan akses jalan tersebut guna memperlancar arus transportasi dan peningkatan ekonomi masyarakat.


"Sekali lagi, kita tentu sangat berharap kelanjutan peningkatan ruas jalan ini bisa terwujud secepatnya untuk membantu akses perekonomian. Dan masyarakat Solok Selatan khususnya Lubuk Ulang Aling juga bisa mendapatkan akses yang baik menuju ke kota kabupaten (Padang Aro)," ujarnya.


Rahman menyampaikan terima kasihnya karena dari beberapa informasi yang didapatkan, rencana kelanjutan pembangunan jalan tersebut akan segera direalisasikan oleh pihak terkait. 


Dia juga mengapresiasi Pemprov Sumbar yang telah memprioritaskan pembangunan jalan Abai Sangir-Sungai Dareh. 


Selanjutnya, Rahman juga mengemukakan ruas jalan lain yang tidak kalah penting strategisnya yang menghubungkan Sungai Sungkai (SBJ, Solsel) - Sungai Rumbai (Dharmasraya), sekaligus akan mengkoneksikan Solsel dengan beberapa daerah di Provinsi Jambi.


Rahman mengharapkan agar akses jalan Solsel-Dharmasraya tersebut dapat terus dibantu, baik oleh Kemenko Maritim maupun pemprov Sumbar, karena menurutnya keterbukaan akses jalan dipastikan akan sangat membantu peningkatan perekonomian masyarakat.


Sementara itu, Plt. Kadis PU & TRP Pemkab Solsel, Yolly Hirlandes Putra mengatakan pihaknya akan segera menjajaki kembali proposal pembangunan jalan yang telah disampaikan beberapa waktu lalu.


Menurutnya berbagai persyaratan yang dimintakan telah dipenuhi saat itu, termasuk persyaratan dokumen lingkungan.


Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan ia sengaja mengajak rombongan dari Kemenko Kemaritiman melihat dan merasakan langsung jalan tersebut agar dapat merasakan sulitnya medan yang ditempuh, sekaligus sebagai bahan untuk bisa dilaporkan ke Menko Maritim dan Investasi.


Pembangunan ruas jalan Abai Sangir menuju Sungai Dareh sepanjang lintasan 44,10 kilometer ini merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam sektor pembangunan infrastruktur, karena daerah itu merupakan pertanian sawit dan karet yang tumbuh kembang disepanjang lintasan rute yang dilalui.


Sebenarnya jika dalam kondisi jalan bagus, Abai menuju Sungai Dareh ini hanya memakan waktu paling lama satu jam. Namun dalam kondisi rusak seperti saat ini, apalagi jika hari hujan, warga harus memakai timpek (perahu mesin) untuk sampai ke Pusat Kabupaten Solok Selatan di Padang Aro atau menuju daerah tetangganya di Sungai Dareh (Dharmasraya).


Atau warga yang tinggalnya lebih dekat ke arah Dharmasraya jika mau ke Padang Aro, atau sebaliknya, harus memutar dahulu melewati Pulau Punjung – Sungai Rumbai - Perkebunan Sawit, atau melalui Sijunjung - Solok, yang memakan waktu hingga 6 - 8 Jam lebih.


Ruas jalan yang berstatus jalan provinsi tersebut berada dalam kondisi rusak parah. Tahun 2019 silam baru diperbaiki 8 km melalui anggaran Kemenko Maritim. 


Sedangkan sisanya sepanjang 36 Km lebih dalam keadaan rusak parah, dan hanya bisa dilewati dengan kendaraan double gardan. Itupun dilalui dengan susah payah. (al)




×
Berita Terbaru Update