Motifnya Cemburu, Pelaku Pembunuhan PSK Online di Hotel Semarang Ditangkap -->

Motifnya Cemburu, Pelaku Pembunuhan PSK Online di Hotel Semarang Ditangkap

Jumat, 12 Februari 2021, 18:05



Semarang, Rakyatterkini.com - Jenazah PSK yang ditemukan di lemari kamar hotel Royal Phoenix, Jl. Sriwijaya No. 30, Semarang Selatan,  pada 11 Februari sekitar pukul 11.00 akhirnya terungkap.


Tim Gabungan Reskrimum Polda Jateng dan Satreskrim Polrestabes Semarang menangkap pelaku di Desa Tosari, Jaraksari Kabupaten Wonosobo.


Pelaku  berinisial O (30) nekat melakukan pembunuhan dengan cara mencekik korban N (30) berulang kali dikarenakan sakit hati dan emosi dicaci maki  serta terhina dengan kata-kata “koe wong lanang ki kerjo ngopo”.


"Dengan investigasi jajaran dalam 6 jam bisa kita ungkap pembunuhan. O ini adalah orang Wonosobo motifnya percekcokan antara dua belah pihak karena disinyalir antara korban dan tersangka sudah seperti suami istri bahkan nikah siri dimana motifnya adalah cemburu." 


Pada suatu saat keduanya cekcok, lalu dilakukan pencekikan kepada korban sebanyak dua kali lalu dibenturkan dilantai dan dimasukan lemari, Kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat konfrensi pers di Polrestabes Semarang, Jumat (12/2/2021).


Hasil pemeriksaan 5 orang saksi diketahui pelaku tunggal OA sakit hati karena dipicu oleh korban yang cemburu terhadap tersangka yang berbicara atau berbincang dengan wanita lain di depan reseptionis.


“Cemburu karena lakinya ga kerja, lalu pada hari tertentu korban lihat tersangka ngobrol dengan cewek lain, akhirnya korban marah, mencaci maki terus tersangka gelap mata,” terang Kapolda.


Kabid humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iskandar Fitriana Sutrisna menambahkan status tersangka merupakan kekasih korban sekaligus germo yang telah dinikahi secara sirih selama 2 tahun ini. 


Sementara, korban selama ini mencukupi kebutuhan tersangka dari hasil Open BO (prostitusi online).


Walikota Semarang Hendrar Prihadi, mengucapkan termakasih kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang cepat mengungkap tindak kriminalitas.


“Ini yang menonjol di Semarang termasuk kemarin ada perampokan di jalan Krakatau Semarang, jangan melakukan tindak kriminal di kota Semarang karena polisi akan menindak cepat, mari kita jaga Semarang, aman, nyaman dan kondusif,” pesan Hendrar Prihadi.


Atas kasus ini tersangka disangkakan Pasal 338 KUH. Pidana barangsiapa, sengaja merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dan diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan Pasal 365 ayat (3) KUH. 


Pidana barangsiapa melakukan pencurian yang di dahului, disertai atau di ikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan mengakibatkan mati ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Saibumi/Sts)




TerPopuler