Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Rabu, 9 Juni 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
46.385 642 41.832 1.048
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Isu Kudeta Ketum Partai, Pakar: Ada Api di Internal Demokrat

Selasa, 02 Februari 2021 | 09:17 WIB Last Updated 2021-02-02T02:17:50Z

Jakarta, Rakyatterkini.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut ada upaya merebut posisi Ketum Partai Demokrat. 


Isu pengambilalihan jabatan disebut sebagai bukti adanya ketidaksolidan dalam internal Partai Demokrat.


Pakar politik dari Indobarometer, M Qodari, menyebut setiap partai politik, tak hanya Partai Demokrat, pasti memiliki dinamika. Namun Qodari menyebut isu kudeta di Partai Demokrati ini cukup mengejutkan.


"Ini cukup mengejutkan karena kan kongresnya baru selesai, Ketum baru terpilih begitu, apalagi dengan cara aklamasi, jadi seharusnya kalau baru terpilih dan aklamasi pula tidak ada gerakan politik. Jadi artinya apa? Berarti aklamasinya Partai Demokrat pada tahun lalu itu, Maret 2020, sebetulnya bukan aklamasi yang sejati," kata Qodari, Senin (1/2/2021) seperti dilansir detikcom.


Qodari menilai munculnya isu kudeta ini diduga karena adanya pergerakan politik di tubuh Partai Demokrat. Dia mengatakan jika ada manuver yang melibatkan kader-kader internal Demokrat menjadi tanda tanya terhadap aklamasi AHY sebagai ketum partai berlambang bintang Mercy tersebut.


"Nah ya bahwasanya ada gerakan politik belum setahun dari Ketua Umum (AHY) terpilih dan secara aklamasi, artinya sesungguhnya kekuasaan di Demokrat tidak bulat gitu ya, lonjong gitu, dan aklamasinya bermasalah karena kok ada kelompok-kelompok Demokrat, keluarga besar Demokrat yang melakukan manuver tersebut," ucapnya.


Qodari menilai permasalahan timbul lebih banyak dari dalam Demokrat, bukan dari lingkaran Istana seperti yang disinggung AHY. Menurutnya, api di dalam Demokrat lah yang harus dipadamkan terkait isu kudeta ini.


"Jadi api ya itu harus dipadamkan sendiri oleh Demokrat di dalam, entah gimana caranya, silaturahmi, komunikasi, akomodasi, atau kemudian dipecat dan diproses hukum," ujarnya.


Lebih jauh, Qodari menilai upaya orang di sekitar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukanlah untuk mengacak-acak Partai Demokrat. Langkah tersebut dinilai tidak tepat lantaran Jokowi masih membutuhkan partai oposisi.


Tak hanya itu, Qodari justru menduga kalaupun ada orang di sekitar Jokowi yang terlibat terhadap upaya kudeta tersebut hanya demi kepentingan pribadi, bukan terkait pemerintahan Jokowi. Namun, menurutnya upaya kudeta dari luar itu tidak akan berpengaruh jika api di dalam tubuh Demokrat bisa dipadamkan. (*)




×
Berita Terbaru Update