Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin, 19 Juli 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
61.350 8.430 51.585 1.335
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pendapatan Terjun Bebas Saat Destinasi Istano Basa Ditutup

Minggu, 03 Januari 2021 | 19:12 WIB Last Updated 2021-01-03T12:12:13Z

Batusangkar, Rakyatterkini.com - Destinasi wisata Istano Basa Pagaruyung ditutup selama empat hari, tentu mendatangkan kerugian terhadap pemasukan pendapatan, serta pedagang dan juru foto di kawasan tersebut.


Seperti, diketahui ikon wisata Minangkabau ini ditutup sejak 31 Desember 2020-3 Januari 2021, sebagaimana edaran gubernur dan bupati Tanah Datar.


"Dengan ditutupnya Istano Basa selama empat hari ini setidaknya Rp240 juta rupiah pemasukan dari pengunjung bisa dikatakan lenyap," ujar UPT pengelola Istano Basa Pagaruyung Ridwan.


Pada pers ia menyebutkan, bila dihitung satu hari itu sedikitnya ada sebanyak 4.000 pengunjung dengan tiket masuk Rp15 ribu akan berjumlah Rp60 juta rupiah pendapatan untuk daerah.


Namun, katanya, apa boleh buat aturan demikian harus dilakukan karena berdampak terhadap kesehatan  manusia ditengah pandemi Covid-19.


Kondisi demikian juga berdampak terhadap perekonomian pedagang di lingkungan objek wisata Istano Basa. Saat pedagang kecil yang memang berharap dari kunjungan wisatawan mesti merugi, atau pendapatan mereka terbilang terjun bebas.


Sebagaimana dikatakan Ning, salah seorang pedagang jika sebelum ditutup atau masih dalam suasana libur pendapatannya sehari bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta rupiah. Namun saat ini, untuk mendapatkan Rp200 ribu saja ia rasakan sangat sulit.


Katanya, pekan lalu ia mampu mendapatlan Rp1,5 juta dari berdagang makanan di depan Istano.


Tak hanya itu juru foto amatir yang mengais rezeki di sana juga tidak bisa mencari nafkah.


Andri, seorang juru foto  menyebut penutupan  seolah mendadak juga dirasakan wisatawan yang datang dari provinsi lain. Sebab, banyak wisatawan tidak tahu kalau penutupan objek wisata, sementara mereka telah sampai di Istano Basa Pagaruyung pagi hari.


Menurutnya, kalau pemerintah ingin menutup mestinya diumumkan seminggu sebelum ditutup, jangan mendadak, sebab kasihan banyak orang jauh-jauh sudah datang.


Saat itu kedatangan wisatawan demikian, hanya bisa menikmati kemegahan istano dari jauh di balik pagar besi. Dimana  umumnya disana wisatawan menggunakan kendaraan dengan nomor polisi luar provinsi. (ydi)




×
Berita Terbaru Update