Gara-gara Mengambil Pakaian yang Tertinggal, Seorang Anak Dianiaya Ibunya -->

Gara-gara Mengambil Pakaian yang Tertinggal, Seorang Anak Dianiaya Ibunya

Minggu, 10 Januari 2021, 09:17



Demak, Rakyatterkini.com - Seorang ibu di Demak, Jawa Tengah, S (36) aniaya anak kandungnya sendiri berinsial A (19). 


Kejadian bermula pada  Jumat (21/8/2020) sekitar pukul 17.00 WIB saat korban ditemani bapaknya hendak mengambil pakaian yang masih tertinggal di rumah tersangka, Banjarsari RT.04/04, Sayung, Demak.


Sejak orangtuanya bercerai, korban tidak tinggal bersama ibunya. Korban saat itu meminta tolong pada Kepala Desa Banjarsari Haryono  untuk menemani ambil pakaian yang masih tertinggal di rumah.


Haryono pun menghubungi ketua RT setempat untuk ikut mendampingi korban dan bapak korban. Setelah itu korban, dan bapaknya didampingi ketua RT  menuju ke rumah ibunya.


Sesampainya di rumah, korban masuk bersama dengan bapaknya dan Ketua RT dan Kades tersebut. Lalu tersangka marah-marah kepada korban dan rombonganya dengan mengatakan “kamu tu anak durhaka lapo koe neng kene” (kamu itu anak durhaka ngapain kamu di sini)," katanya pada korban.


Tak memperdulikan ucapan tersangka, korban kemudian mencari baju namun tersangka  mendekati korban sambil marah lagi dengan mengatakan “koe golek i opo klambimu wes tak buak wes tak bakar” (kamu mencari apa bajumu sudah aku buang sudah aku bakar).


Tak sampai di situ tersangka langsung mendorong saksi korban. Setelah itu korban bergegas keluar dari rumah namun tersangka mengejar dan menarik kerudung lalu rambut korban dijambak sampai korban mundur kebelakang beberapa langkah. 


Kemudian dari belakang terangka mencakar sebanyak 1 (satu) kali mengenai pelipis kiri korban sampai pelipis kiri korban terluka mengeluarkan darah.


Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Fahrul Rozi mengatakan pada prinsipnya pihaknya menindaklanjuti semua laporan dan aduan, pihaknya juga telah mencoba upaya mediasi, namun dari pihak pelapor tidak menghendaki mediasi tersebut dengan alasan ibunya sudah sering berselingkuh dengan laki laki lain dan tidak mau mengakui kesalahannya.


Terkait dengan penahanan, lanjutnya pihaknya memiliki alasan objektif dan subjektif, dimana pada alasan objektif bahwa persangkaan pasal dapat dilakukan penahanan sedangkan alasan subjektif dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan.(saibumi/Sts)

TerPopuler