Unand Perkenalkan Maggot pada Peternak Ikan Sebagai Pakan Alternatif -->

Unand Perkenalkan Maggot pada Peternak Ikan Sebagai Pakan Alternatif

Rabu, 16 Desember 2020, 17:50
Mitra sedang mendapatkan penjelasan tentang pemeliharaan Maggot di daerah Mungka, Limapuluh Kota.


Padang, Rakyatterkini.com - Maggot merupakan materi organik yang memiliki kemampuan mengurai lebih baik dibandingkan dengan organisme lainnya.


Dengan bahasa latinnya, Maggot (hermetiaillucens) atau sering juga disebut lalat tentara hitam (black soldier flies) disingkat BSF, memiliki biomassa dengan kandungan protein dan lemak tinggi.


Kandungan protein larva pada lalat tentara hitam ini sebesar 45-50 %. Sementra makanan yang mengandung protein kasar sebesar 19 % dapat dijadikan sebagai sumber protein hewani untuk pakan ternak. 


Dengan memelihara Maggot dan menjadikan sebagai pakan aternatif yang menyebabkan biaya produki menjadi jauh lebih murah. Selain itu, masalah sampah teratasi, karena makanan Maggot adalah sampah.  


Melihat potensi yang dimiliki Maggot, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (Unand) yang diketuai Dr. Resti Rahayu, dosen biologi, bersama tim mengajak kelompok peternak dari daerah Kuranji (sebagai Mitra) untuk memelihara Maggot dan menjadikan Maggot sebagai pakan ternak. 


Menurut Dr. Ayu panggilan akrab Resti Rahayu, Maggot dapat diberikan dalam bentuk segar atau pun dalam bentuk formulasi pakan. Apabila produksi dari Maggot melimpah.


Masyarakat akan diberikan pelatihan pembuatan pellet ikan atau unggas yang mana dapat disimpan lama ataupun dijual sebagai income tambahan bagi peternak.


Dikatakan, tahap awal, kelompok peternak ikan dan unggas di Kuranji diperkenalkan dengan Maggot. Begitu pula cara pemeliharaanya. 


Pada 13 Desember 2020, Tim Pengabdian Masyarakat Unand mengajak beberapa perwakilan mitra dari kelompok peternak ikan dan itik mengunjungi tempat pemeliharaan Maggot yang cukup berkembang di daerah Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota sebagai studi banding. 


Di Mungka tempat pemeliharaan Maggot, mitra dan tim disambut ketua kelompok petani, Emons. Di sana tim diajak keliling melihat tempat pemeliharaan BSF dan trik-trik memelihara BSF. 


Dikatakan, ia menggunakan BSF sebatas pakan segar saja. Oleh sebab itu tim Pengabdian Unand yang beranggotakan Dr. Resti Rahayu (Biologi), Dr. Haliaturahmah (Fak. Pertanian) dan Dr. Zulkarnain (Ilmu Ternak Unggas) memberikan pembekalan pembuatan formulasi pakan ternak dalam bentuk pellet, pengeringan Maggot dan pengemasan atau packing sehingga dapat dipasarkan lebih luas. 


Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah program yang diluncurkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unand, dengan program kemitraan masyarakat, membantu usaha berkembang.  


Sebagai bentuk komitmen Unand, maka satu program kegiatan akan dibimbing sampai diwisuda (berhasil) yang direncakandalam 3-5 tahun program kerja. 


Untuk itu Tim pengabdian masyarakat ini melibatkan dosen dari berbagi disiplin ilmu, seperti dari manajemen ekonomi, peternakan dan pertanian dan bidang ilmulainya yang akan memberikan pembekalan kepada mitra sesuai dengan bidang ilmunya.  


Menuru Dr. Ayu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa S1 dan S2 selain untuk pendampingan juga untuk bekal mereka nanti selepas menyelesaikan pendidikan.


Ibu Ayu mengatakan Maggot adalah solusi dari sekian banyak masalah, seperti pakan yang mahal, sampah yang menumpuk mencemari lingkungan, pupuk yang mahal dan untuk meningkatkan taraf ekonomi. (*)

TerPopuler