Sukses Mengamankan Pilkada dan Menerapkan Prokes, Kompolnas Puji Polda Sumbar -->

Sukses Mengamankan Pilkada dan Menerapkan Prokes, Kompolnas Puji Polda Sumbar

Kamis, 17 Desember 2020, 18:06
Wakapolda Sumbar, Brigjen Edi Mardianto menerima plakat dari Kompolnas.


Padang, Rakyatterkini.com - Sukses mengamankan Pilkada serentak dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Polda Sumatera Barat mendapatkan penghargaan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI.


Penghargaan tersebut diserahkan, Kamis (17/12) oleh ketua tim Kompolnas RI, Poengky Indarti, diterima Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto, didampingi Irwasda Kombes Pol K. Rahmadi, MH.


Menurut Poengky, dalam pengamanan Pilkada serentak, Polda Sumbar bersama Forkopimda juga disiplin menjalankan operasi yustisi, dengan menerapkan 3 M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.


Himbauan juga digencarkan dalam menyosialisasikan protokol kesehatan hingga ke Polsek-polsek, sehingga penyebaran Covid-19 bisa diminalisir.


“Kami sungguh bangga saat kami tiba di Sumbar, Pilkada serentak berlangsung dengan aman dan damai, serta protokol kesehatan berjalan dengan baik, "ujar Poengky.


Dikatakan, ini adalah andil dari Polri khususnya Polda Sumbar dalam mengawal demokrasi di Sumatera Barat.


Kompolnas memberikan selamat dan apresiasi kepada Polda Sumbar dan berharap, pengawalan terhadap demokrasi ini bisa berlangsung. Jadi tidak saja pada saat Pilkada serentak ini, tapi juga pada masa-masa yang akan datang.


Tidak itu saja, piagam penghargaan terkait inovasi pengaduan masyarakat berbasis elektronik (E-Dumas) yang digagas Polda Sumbar, juga diberi apresiasi oleh Poengky. 


“Kami datang juga untuk memberikan penghargaan Polda Sumbar terkait inovasi Polda Sumbar dalam menciptakan E-Dumas. Dengan E-Dumas ini maka masyarakat yang mengalami masalah (kasus) bisa melaporkan secara cepat dan kemudian ditanggapi secara cepat oleh Polda Sumbar,” ujarnya.


Selain itu ucap Poengky, aplikasi E-Dumas tersebut bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilakukan oleh pengawas eksternal, misalnya Komnas HAM, Ombudsman dan lain sebagainya. (gp)

TerPopuler