Sepanjang 2020, 62 Nyawa Melayang Sia-sia -->

Sepanjang 2020, 62 Nyawa Melayang Sia-sia

Selasa, 29 Desember 2020, 21:52


Simpang Empat, Rakyatterkini.com
- Polres Pasaman Barat melalui Kasat Lantas, Iptu Indra Kusuma, mengimbau masyarakat untuk selalu taat dan patuh berlalu lintas.


Karena terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) didominasi karena ketidakpatuhan pengendara, dalam berlalu lintas, baik mobil maupun sepeda motor.


"Kita menghimbau warga usia produktif untuk patuh dan taat dalam berkendara, diantaranya pakai helm standar, memakai lampu sepeda motor pada malam hari, jangan  berboncengan tiga, jangan kebut-kebutan," kata Indra Kusuma kepada Rakyatterkini.com, di Simpang Empat, Selasa (29/12/2020).


Menurut dia, sepanjang tahun 2020 sudah terjadi kecelakan lalu lintas sebanyak  233 kasus, 62 orang diantaranya meninggal dunia. Dibanding tahun 2019, kasus Laka Lantas  tahun ini menurun. Tahun 2019 kasus Laka mencapai 284 kasus.


"Untuk skala Sumbar, kasus Laka Lantas kita masih rendah. Alhamdulillah itu pertanda kesadaran masyarakat taat berlalu lintas sudah membaik. Selama saya di sini baru ada tiga kasus Laka Lantas," tandas dia.


Dari kasus Laka Lantas 2020 didomininasi sepeda motor yang mencapai 75 persen. 

Umumnya kasus kecelakaan tersebut disebabkan kelalaian manusianya (human error) yakni tidak pakai helm, tidak pakai lampu malam hari, berboncengan tiga, dan kebut-kebutan atau memakai handpone saat berkendara.


Terkait dengan masih adanya masyarakat yang enggan melaporkan kejadian kecelakaaan lalu lintas kepada polisi, dia menghimbau masyarakat agar melaporkan ke polisi terdekat.


Karena dengan diketahui atau dilaporkan kepolisi akan membantu korban Laka Lantas untuk mengurus asuransi jiwanya.


Meski dalam kondisi pademi Covid -19, pihaknya tetap melakukan penyuluhan kepada pelajar melalui media sosial, WA, agar tetap tertib dan patuh dalam berkendara dan kelengkapan kendaraan.


Disebutkan, dari dari 233 kasus Laka di Pasbar, sudah dapat diselesaikan perkaranya sebanyak  215 kasus. Berkas lengkap (P.21) tujuh kasus, Laka dalam  proses 18 kasus.


Dihentikan (SP3) 42 kasus, dan ada  sebagian kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan karena bisa jadi tidak ada terjadi cidera yang terlalu  berat. (junir sikumbang)

TerPopuler