Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin, 19 Juli 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
61.350 8.430 51.585 1.335
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemuda Desa Tugu Kembangkan Budidaya Sayuran dengan Metode Hidroponik

Selasa, 29 Desember 2020 | 22:58 WIB Last Updated 2020-12-29T15:58:54Z


Indramayu, Rakyatterkini.com — Bercocok tanam dengan metode hidroponik kian dilirik pemuda dan pemudi di Kabupaten Indramayu. Selasa (29/12/20)


Pemuda asal Desa Tugu Kidul Kecamatan Sliyeg Pidri Agriyanto mulai mencoba berbisnis tanaman hidroponik dengan menanam sayuran jenis pakcoi, bayam hijau dan merah, sawi , dan kangkung.


Kini usaha yang ia geluti dengan teman-temannya berkembang pesat, Usaha yang ia namai dengan Tugu Hidroponik sudah membuka tempat tanam baru yang lebih besar serta sarana dan fasilitas yang memadai.


Dengan menggandeng salah satu wirausahawan muda di Desa Tugu Kecamatan Sliyeg Oki Mauludin, nenanduran ala generasi muda dikembangkan di desanya.


Hidroponik adalah metode menanam tanpa tanah yang penggantinya air sebagai media utama. Metode penanaman dengan pola hidroponik ini menggunakan netpot, tandon, dan pompa dan paralon yang ditopang baja ringan. 


Pola penanaman hidroponik ini juga dapat dilakukan di lahan yang sempit atau dipekarangan rumah, seperti yang dilakukan Pidri saat awal memulai usahanya.


Ketika ditemui pada Grandopening Green House Tugu Hidroponik yang bertempat di Desa Tugu , Pidri menjelaskan metode penanaman sampai ke masa panen.


“Masa panen sekitar 24 hari setelah tanam (HST), dan sayuran bisa dikonsumsi atau kita jual ke konsumen langsung dan supplier kita. Keuntungannya sangat memuaskan bisa sampai 5 juta perbulan,” jelas Pidri.


Pada opening Green House semua jenis sayuran bisa dipetik oleh pengunjung secara cuma-cuma alias gratis.


Hal ini dilakukakan untuk mengenalkan jenis sayuran organik di masyarakat sekitar, agar warga pun menyukai dan mengkonsumsi sayuran lokal yang sehat dan higienis.


Antusias warga pun sangat luar biasa seperti ibu Nengsih ketika ditemui saat memetik langsung sayuran pakcoi, “Sayurannya sangat bagus dan seger, saya suka disini pakcoi nya seger-seger,” ungkapnya penuh antusias.


Oki dan Pidri berharap usaha yang kini digeluti bisa menjadi kenaikan UMKM untuk para pemuda di Kabupaten Indramayu, bahwa bercocok tanam bisa dimana saja dan kapan saja asal di tekuni dan di niati akan membuahkan hasil. (Selamet)




×
Berita Terbaru Update