Yunisra Syahiran Hadiri Panen Raya di Nagari Talu -->

Yunisra Syahiran Hadiri Panen Raya di Nagari Talu

Selasa, 03 November 2020, 09:22
Anggota DPRD Sumbar, Hj. Yunisra Syahiran, disambut dengan siriah carano. 


Talamau, Rakyatterkini - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Yunisra Syahiran menghadiri kegiatan panen raya tanaman padi masyarakat di Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Senin (2/11/2020).


Yunisra Syahiran kepada rakyatterkini.com menyampaikan kehadirannya di Kecamatan Talamau merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada masyarakat petani padi di Kecamatan Talamau sekaligus cucu kemenakan Tuanko Bosa Talu, Fadlan Maalif yang telah berhasil melaksanakan bertanam padi sebanyak dua kali dalam setahun.


"Ini adalah keberhasilan dari perjuangan panjang Tuanko Bosa bersama cucu kemenakan. Saya masih teringat bahwa pencanangan tanam padi sebanyak dua kali setahun sudah direncanakan dari beberapa tahun lalu," ungkapnya.


Menurut Yunisra, keberhasilan tersebut merupakan berkah untuk masyarakat Talamau yang juga diharapkan dapat disyukuri dengan baik.


Panen raya ini adalah berkah yang luar biasa. Ketakutan masyarakat selama ini terhadap gagal panen akibat hama sudah terbantahkan. Ini sudah terbukti. Dari 740 hektare sawah yang dikelola terbukti berhasil 90 persenya berhasil, katanya.


Kepada masyarakat petani, Yunisra mengajak untuk terus  berupaya memaksimalkan hasil panen dengan menggunakan pola atau teknologi pengelolaan tanaman padi menurut teknis yang disarankan pemerintah melalui dinas teknis terkait.


"Semoga kesuksesan ini dapat diulangi di tahun depan dan seterusnya, kesejahteraan petani dan masyarakat pada umummhya dapat tercapai," harapnya.


Sementara, Tuanku Bosa Talu, Fadlan Maalif menyampaikan syukuran besar-besaran dilakukan atas keberhasilan menanam dan panen padi dua kali dalam setahun tersebut.  


Menurutnya, butuh waktu 11 Tahun bagi 30 kelompok tani (Keltan) dengan lahan mencapai 740 hektare untuk dapat mencapai tanam padi dua kali setahun tersebut.


Berdasarkan hasil yang ada, lanjut Fadlan  1 hektare sawah masyarakat di tempat tersebut dpaat menghasilkan Rp30.000 juta sekali panen selama jangka waktu empat bulan.


"Upaya kita telah yang begitu lama sekarang sudah tercapai. Dulu takut hama tikus dan burung dapat mengancam gagal panen. Ternyata hambatan itu dapat dilalui. Jadikan ini tonggak usaha kita untuk selanjutnya, "ujarnya. (robi)

TerPopuler