Sosialisasi UU ITE, Kabid IKP: 'Jaga Lisan dan Tulisan di Media Sosial' -->

Sosialisasi UU ITE, Kabid IKP: 'Jaga Lisan dan Tulisan di Media Sosial'

Senin, 30 November 2020, 18:20



Pariaman, Rakyatterkini.com - Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Pariaman, Eka Putra Pernanda, mengajak masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedia sosial.


Sebab, jika tidak bisa menjaga lisan dan tulisan serta konten yang disebarkan, dapat dipidana, sesuai UU ITE.


"Sebagai pemuda zaman modern, kita harus paham cara cerdas dan bijak, dalam bermedia sosial," ujar Eka Putra Pernanda, ketika menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Undang-Undang ITE, bagi kaum milenial dan pemuda di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Timur, Senin (30/11/2020).


Dikatakan, dalam bermedia sosial sebagai seorang pengguna harus memperhatikan bagaimana efek dari penggunaan sosial media tersebut oleh individu yang menggunakannya. 

Seringkali media sosial digunakan sudah jauh dari manfaat media itu sendiri yang sejatinya sangat berguna untuk hal yang positif seperti menjalin tali silahturahmi, ulasnya


Media sosial juga seakan menjadi sasaran empuk bagi sebagian orang yang ingin menebar kebencian, dengan menyebar  berita bohong alias hoax, sebab banyak masyarakat kini bergantung pada media sosial sebagai sumber informasi.


Diceritakan, di zaman sekarang ini, sebagai pemuda arus cerdas dalam bermedia sosial , itu wajib dilakukan oleh siapa pun yang memang aktif di media sosial.


"Dengan melengkapi diri dengan kecerdasan kita bisa memilah dan filter informasi yang benar atau tidak. Dengan kecerdasan, kita bisa memahami mana informasi yang ditujukan untuk kepentingan publik, dan mana untuk kepentingan kelompok. Dengan kita bersikap cerdas , secara tidak langsung kita telah menjadi pemuda yang memberikan contoh pada generasi berikutnya," ujarnya.


Ada tiga cara bagaimana kita cerdas dan bijak bermedia sosial, yakni harus selektif. Artinya jangan mudah menambahkan ataupun menerima pertemanan pada media sosial kita. Pertimbangan dalam menulis status. Jangan menulis status yang dapat memancing pihak lain untuk memberikan respon negatif.


"Ada baiknya kita memposting berbagai hal yang memiliki manfaat bagi para pembaca," ungkap Pengurus Andalan Kwarcab 16 Kota Pariaman ini.


Setiap konten yang ditemukan di media sosial, belum bisa kita pastikan kebenaran isi yang terkandung di dalamnya. Telusuri kebenaran isi konten. Jangan telan mentah-mentah atau ikut dengan latah membagikan kembali tanpa mengetahui kepastian kebenaran isi.


Gunakanlah media sosial secara hati-hati dan proporsional untuk menebar kebaikan dan perdamaian. Bukan sebaliknya menjadi pemecah belah dan kehancuran bagi kita semua. 


"Semoga kita bisa menjadi pemuda yang diharapkan oleh Bung Karno, menjadi pemuda yang membawa perubahan lebih baik oleh bangsa ini dengan pintar memanfaatkan media sosial." (sgr)

TerPopuler