Mengulang Kenangan Masa Kecil, Jenderal Bintang Tiga itu Kunjungi Tanah Kelahirannya -->

Mengulang Kenangan Masa Kecil, Jenderal Bintang Tiga itu Kunjungi Tanah Kelahirannya

Kamis, 12 November 2020, 21:45



Pasaman, Rakyatterkini.com - Letnan Jenderal TNI Besar Hasto Karyawan, tamatan Akademi Militer tahun 1986 datang ke kota kelahirannya, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Kamis (12/11/2020). 


Jenderal bintang tiga yang menjabat Komandan Pussenif ini menyatakan kedatangannya ke tanah kelahirannya yang pertama kali, setelah 57 tahun yang silam. 


"Saya dilahirkan di sini pada tahun 1963, di sekitar sini kira-kira tempat dikuburnya ari-ari, "kisahnya.


"Kedatangan saya untuk mengulang kembali kenangan semasa kecil dulu yang masih melekat jelas dalam hati dan pikiran saya. Dimana rumah tempat saya tinggal dulu, kamarnya, pekarangan rumahnya dan kolam yang ada di depan rumah ini, "ucapnya.


Ia mengisahkan saat umur dua tahun ia dibawa oleh orang tua ke Talu, sebab ayahnya menjabat Danramil di Talu. Di rumah tempat tinggal di Talu, ada tangga kayunya, persis ia kurang ingat. 


"Namun saya masih teringat waktu malam hari di bawah rumah saya tinggal itu pernah ditunggui harimau kampung. Kata orang tua-tua dulu harimau kampung itu selalu menjaga kampung saat ada ancaman dari luar," katanya mengisahkan. 


Sambil duduk di rumah tempat ia dulu diasuh saat kecil, jenderal bintang tiga ini menceritakan setelah satu tahun di Talu ia kembali dibawa oleh orang tuanya ke Lubuk Sikaping hingga berusia lima tahun. 


Kemudian, pada tahun 1967 ia dibawa orang tuanya pindah ke Solok, setelah beberapa waktu di Solok keluarganya pun membawanya pindah ke Medan, namun ingatan akan tanah kelahirannya masih tertanam kuat dihati dan fikirannya.


Selain mengunjungi tanah kelahirannya, tujuannya juga untuk menjalankan wasiat almarhum bapaknya, agar melihat tanah yang dulu pernah dimilikinya, pemberian dari ninik mamak di Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, seluas 40 hektare untuk  kemudian mewakafkannya. 


"Namun setelah saya lihat di google maps teryata tanah itu sudah ditempati masyarakat dan pemerintah daerah."


Karena sudah seperti itu keadaannya,  saya kembali menyampaikan kepada ibu saya, dan beliau pun sudah mengiklaskan perihal tanah tersebut. 


"Saya tentunya merasa mempunyai tanggung jawab untuk memberikan kepastian hukum bagi yang telah menepati tanah tersebut. Agar kelak tidak timbul masalah, dan saya berharap dengan diwakafkannya tanah tersebut bisa menjadi amal jariyah bagi kedua orang tua saya," tuturnya.


Kedatanganannya ke Lubuk Sikaping disambut seluruh unsur Muspida dan segenap masyarakat Pasaman di sekitar lingkungan tempat tinggalnya dulu. (St.M)

TerPopuler