Makna Pahlawan Dimata Generasi Milenial -->

Makna Pahlawan Dimata Generasi Milenial

Selasa, 10 November 2020, 07:00
Athari Gauthi Ardi. (ist)


Sawahlunto, Rakyatterkini.com - Ada beberapa orang lahir di generasi millenial, punya kisah sukses yang mereka raih dengan cara-cara mereka sendiri. Berbagai aktivitas dengan cara-cara menyenangkan dan modern. Hakikatnya mereka ini adalah juga pahlawan dalam generasinya.


Salah seorang dari mereka itu, Athari Gauthi Ardi, politikus milenial, anggota DPR-RI dari Fraksi PAN daerah pemilihan Sumbar 1. Athari Gauthi Ardi adalah rising starnya kader Partai Amanat Nasional (PAN) besutan Amin Rais, Bapak Reformasi 1998 yang lalu.


Ini adalah rangkuman dari bincang-bincang awak media rakyatterkini.com beberapa hari yang lalu dengan Athari dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November 2020.


Di Indonesia, 10 November selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Hal itu dilakukan untuk mengenang pertempuran antara Tentara Indonesia melawan pasukan Britania Raya pada 10 November 1945 di Surabaya. Sejak saat itu, kota Surabaya pun identik dengan sebutan Kota Pahlawan.


Makna pahlawan bagi tiap orang tentu berbeda. Di zaman sekarang ini, pahlawan punya arti yang sangat luas. Tak hanya terpaku kepada mereka yang bertempur di medan perang. Pahlawan bisa menjadi sosok yang sangat dekat dalam hidup kita. Bisa juga menjadi sosok yang jauh secara fisik dan hanya bisa dikagumi dari kejauhan," ujar Athari membuka percakapan lewat telepon WhatSappnya.


Lebih jauh Athari menjabarkan, setiap orang punya pahlawan dalam kehidupannya masing-masing. Begitupun generasi milennial. Generasi yang lahir pada 1990-an hingga awal 2000-an ini punya cara unik dalam memandang segala macam hal, termasuk makna pahlawan itu sendiri.


Kepahlawanan hari ini tentunya dapat dilihat dari suatu perubahan dari perkembangan peradaban kita dari waktu ke waktu. Generasi sekarang tidak lagi berhadapan dengan musuh yang sama dengan seabad atau 70 tahun lalu. Musuh generasi sekarang adalah persoalan keadilan dan kesejahteraan yang belum bisa dinikmati secara merata oleh masyarakat Indonesia.


"Generasi milenial, kini memiliki pekerjaan rumah yang berat yaitu menjadikan negara yang kuat dan punya daya saing yang baik untuk berhadapan dengan negara-negara lainnya di Indonesia."


Untuk itu, jiwa kepahlawanan saat ini mensyaratkan banyak hal antara lain, generasi yang disebut milenial harus mengubah diri agar lebih dapat fokus untuk meningkatkan mutu diri mereka sendiri. Dengan begitu mereka dapat bermafaat untuk sekeliling, kemudian bagi bangsa dan negara, pungkas Athari.


Kini pahlawan-pahlawan baru ini menjadi tumpuan bagi masyarakat karena memiliki landasan berpikir berbeda dalam mempertahankan kemerdekaan dengan cara-cara non-tradisional. (Ris1)

TerPopuler